HEADLINE

Akhirnya PT SMI Kucurkan Pinjaman Rp348 M Untuk Pemkab PPU

PINJAMAN : Bupati PPU, H Yusran Aspar bersama Direktur PT SMI, Edwin Syahruzad disaksikan Wabup, H Mustaqim MZ dan Waket DPRD PPU, Sudirman,  menyerahkan naskah MoU kerjasama pinjaman dana dari PT SMI sebesar Rp348 miliar untuk membiayai sebanyak tujuh item proyek multiyears di PPU

Pemkab Siap Danai  Tujuh Proyek Multiyears

PENAJAM (NK) –  PT  Sarana Multi Infrastruktur (SMI) akhirnya mewujudkan kucuran dana pinjaman kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kucuran dana tersebut diawali dengan penandatangan not kesepakatan atau MoU antara Bupati PPU, Yusran Aspar didampingi Wakil Bupati PPU, Mustaqim MZ, dan Wakil Ketua DPRD PPU, Sudirman bersama jajaran PT SMI melakukan penandatanganan nota di Kantor Bupati PPU, Kamis, (14/9/2017).

Disela-sela ini Yusran Aspar mengatakan bahwa pemerintah daerah sudah cukup lama menantikan terwujudnya pinjaman bantuan dana dari PT SMI ini untuk mengatasi persoalan keuangan daerah dalam hal pembiayaan tersebut.  Namun dana sebesar Rp348 miliar ini baru kini dapat terlaksana serta siap untuk membiayai tujuh item proyek multiyear.

 “Alhamdulillah apa yang kita perjuangkan kini telah mendapat persetujuan baik dari menteri dalam negeri maupun kementerian keuangan RI. Namun mereka memberikan persetujuan ini bukan semata-mata dengan tutup mata. Tim mereka langsung turun kelapangan di PPU meyakinkan apa yang telah kita usulkan kepada mereka, “kata Yusran Aspar.

Dia mengatakan, untuk memperoleh dana pembiayaan memang daerah selalu dihadapkan dengan beberapa pilihan diantaranya yaitu melalui rasionalisasi, peningkatan pendapatan daerah dan melalui pinjaman atau hutang. Namun menurutnya, pinjaman tersebut merupakan langkah paling tepat dilakukan untuk mengatasi kesulitan dana pembiayaan di daerah PPU saat ini.

Kita sangat berterima kasih kepada PT SMI yang telah memberikan pinjaman ini. Karena jika tidak terwujud pastilah daerah akan kesulitan untuk melakukan pembiayaan sejumlah proyek multiyears di daerah yang telah terkontrak. Bisa saja tunjangan insentif ASN di PPU dipotong atau bahkan belanja-belanja operasional ASN seperti perjalanan dinas dan lainnya tidak ada lagi. Semoga proses ini cepat selesai,”ujarnya.

Dalam kesempatan ini Yusran Aspar menceritakan pengalaman ketika masih awal menjadi PNS di tahun 1970 lalu. Ketika itu dirinya ditawari untuk kredit sebuah rumah seharga hanya 100 ribu rupiah dengan gajih PNS saat itu hanya sebesar 4 ribu rupiah. Dengan gajih yang ada sehingga tidak ada keberanian untuk melakukan kredit rumah itu.

”Kini nilai uang seratus ribu rupiah saat ini tidak ada nilainya. Itulah gambaran insflasi mata uang yang terjadi setelah beberapa tahun berlalu. Begitu juga jika  kita pinjam saat ini, nanti suatu saat kita baru merasakan pinjaman itu tidak ada apa-apanya dengan manfaat yang telah dihasilkan seperti yang telah diilustrasikan oleh tim PT SMI itu,”terangnya.

Dia mencontohkan, ketika daerah akan membangun sebuah Rumah Sakit (RS) dengan biaya sebesar Rp. 100 Milyar menggunakan pola bertahap akan membutuhkan anggaran yang lebih besar dan waktu yang panjang. Namun jika pelaksanaan pembangunan itu dikerjakan dengan dana pinjaman yang dikerjakan sekaligus maka penyelesaian lebih cepat terlaksana dan fasilitas segera dapat difungsikan.

“Oleh karena itu pinjaman tidak selamanya negatif jiga digunakan dengan sebaik-baiknya untuk pembangunan. Terimakasih kasi sampaikan kepada teman-teman di PPU yang telah mengawal proses pinjaman ini terkhusus kepada DPRD PPU yang telah sepaham, sehingga pinjaman ini dapat terwujud,”ungkapnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Direktur PT SMI, Edwin Syahruzad mengatakan dirinya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada pemerintah daerah Kabupaten PPU. Menurutnya ini merupakan pertama terlaksana di Kalimantan Timur yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

Ia berpendapat, berbagai keuntungan dapat diperoleh melalui pinjaman. Salah satunya ia mengatakan pinjaman dilakukan dengan tujuan untuk mempercepat pembangunan di daerah termasuk di Kabupaten PPU.

“Kami sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah Kabupaten PPU ini. Semoga kedepan keberhasilan ini mampu menjadi rooll model bagi seluruh kabupaten/kota khususnya di Kaltim, “pungkasnya. (iyan/nk/Humas6)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Popular

To Top