Awal tahun 2017, Harga Cabai Di Kabupaten Paser Capai Rp 120.000/kg

Cabai

TANA PASER- Belum sepekan sejak memasuki tahun 2017 warga Kabupaten Paser dikeluhkan dengan naiknya bahan-bahan pokok. Salah satunya harga cabai yang melambung tinggi dengan  menginjak angka Rp 120.000/ kilogramnya.

Hal tersebut tentunya dikeluhkan pedagang cabai dan penjual makanan yang biasanya membutuhkan banyak cabai dalam olahan makanannya. Yakni Ina pemilik warung nasi campur di Wilayah Tanah Grogot, Ia mengeluhkan harga cabai yang naik hingga tiga kali lipat dari harga normalnya.

“Saya fikir kenaikan harga cabai hanya terjadi dikota-kota besar saja, ternyata kita di Paser juga terkena imbasnya. Saya terpaksa mengurangi takaran penggunaan cabai dalam masakan, padahal konsumen lebih suka masakan yang pedas,”ujar ina di Tanah Grogot, Sabtu (8/1/2016).

Dibagian lain Siti salah satu pedagang cabai mengatakan kenaikan harga tersebut disebabkan cuaca buruk yang akhir-akhir ini melanda, sehingga banyak cabai yang mengalami busuk dan tidak laku dijual.

Jika cabai melimpah harganya sekitar Rp 40.000/kg, jika harga naik pun paling tinggi kisaran Rp 60.000 sampai Rp 80.000/kg nya. Namun diawal tahun ini harga sampai Rp 110.000 hingga Rp 120.000/kg,”ungkap Siti.

Senada dengan Kepala Dinas Perdagangan  dan Usaha Kecil Menengah (Disperdagkop dan UKM) Kabupaten Paser Sudirman melalui PPNS nya M.Marwan Natsir mengatakan naiknya harga cabai dipasaran dikarenakan faktor cuaca yang mengakibatkan minimnya stok cabai, sedangkan permintaan masyarakat meningkat.

“Cuaca sekarang kan lagi musim hujan, otomatis para petani cabai kesulitan, sehingga suplai berkurang, makanya ini yang bisa menyebabkan harga naik. Selain dari petani lokal cabai-cabai tersebut juga disuplai dari luar kota yakni dari Penajam, Sulawesi dan Jawa,”beber Marwan.(dinda/mede/red)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.