Banjir Rendam Pemukiman 1.830 KK di Samboja Kukar    

PENAJAM (NK) – Bencana banjir terjadi di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (3/9/2021), akibatnya meredam pemukiman yang dihuni 1.830 Kepala Keluarga (KK) di 13 Kelurahan. Bencana  ini disebabkan guyuran hujan dengan intensitas cukup tinggi sekitar pukul 02.00 Wita dini hari hingga pukul 04.00 Wita. 

Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan wartawan newskaltim.com di Kecamatan Samboja, ada 13 Kelurahan dan 1.830 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir, antara lain Keluarahan Margo Mulyo sebanyak 88 KK, Sungai Seluang mencapai 471 KK, Wonotirto ada 105 KK, Tanjung Harapan terdapat 316 KK dan Kelurahan Kampung Lama sejumlah 186 KK. 

Camat Samboja, Achmad Nurkhalis, Sabtu (4/9/2021) kepada newskaltim.com di lokasi banjir menerangkan, untuk ketinggian air setiap titik kelurahan Samboja sangat bervariatif tidak sama. Dimana dari pantauannya, wilayah terendah itu ada yang berukuran setinggi dada atau  sepinggang orang dewasa.  

* Sumber Kecamatan Samboja

“Sementara yang terdalam diantaranya daerah Kelurahan Margo Mulyo, Sungai Seluang dan Kelurahan Wonotirto. Kita berharap genangan air di Keluaran Tanjung Harapan dan Kampung Lama tidak semakin dalam,” harapnya. 

Camat yang kerap dipanggil Nurkhalis ini, menjelaskan, pihaknya beserta jajarannya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir. Bahkan dalam penyaluran bantuan itu, pihaknya juga mendapat bantuan dari masyarakat, PMI Samboja, Komunitas Pengusaha Muslimah serta Koramil dan Polsek Samboja. 

“Saya sudah berkoordinasi ke Dinas Sosial, Pemerintah Kabupaten serta  BPBD terkait jenis bantuan apa saja nanti yang diberikan. Kita sudah terjun langsung ke lapangan dan bersama masyarakat serta relawan PMI juga sudah dibangun posko bencana dan dapur umum,” sebutnya. 

Ia menghimbau, agar masyarakat agar tetap siaga  dan selalu waspada untuk mengevakuasikan diri ke tempat yang lebih aman jika ketinggian air terus bertambah, pasalnya cuaca saat ini masih kurang bersahabat. 

“Kami harapkan masyarakat tetap waspada dan bisa mengevakuasikan diri ke tempat yang lebih aman jika ada tanda-tanda ketinggian air semakin tinggi. Kemudian saya juga mengharapkan adanya kerja sama stakeholder, dukungan perusahaan, swasta, tokoh masyarakat serta staf pemerintahan sendiri agar dapat menghadapi bencana ini bersama,” pungkasnya. (nk/era/bah).