Diskominfo PPU

Bantu Desa Gali Potensi, Dinas Kominfo PPU Kembangkan Aplikasi Silayan Adu

Kepala Dinas Kominfo PPU saat memberikan penjelasan kepada peserta

PENAJAM(NK) – Penilaian desa dan kelurahan cardas serta pengenalan aplikasi Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat yang disebut Silayan Adu. Aplikasi ini dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam rangka menjawab persoalan-persoalan yang terjadi selama ini, hal tersebut disampaikan  Kepala Dinas Kominfo Budi Santoso saat membuka Sosialisasi Kegiatan Penilaian desa-kelurahan cerdas dan pengenalan aplikasi (19/10/2017).

“Kita berupaya menghindari adanya ujaran-ujaran kebencian yanga sering muncul di media social, menampung dan menyampaikan sebuah informasi yang mengarah kepada satu persoalan yang tejadi di SKPD, dan penyapaian-penyampain sejumlah kalangan lewat media social, hal ini tentu akan manjadi kerawanan, terkait hal ini perlu mendapat perhatian sesuai Undang-undang yang berkenaan dengan itu sehingga dapat mencegah jangan samapai masyarakat kita terjerat hukum,”jelas Budi.

Ia mengaku telah menyiapkan layanan yang dinamakan layanan Silayan Adu, yang isinya adalah konten permohonan untuk penyampaian pengaduan bersisi apa saja berupa bentuk pengaduan yang berhubungan dengan pemerintahan, baik itu di kelurahan/desan maupun yang ada di kabupaten PPU, ini merupakan salah satu bentuk penyalurannya, di dalamnya juga ada konten tentang informasi-inforamasi dan permohonan informasi misalnya ada kebutuhan beasiswa apa saja persyaratannya dan lain sebagainya, mereka bisa menyampaikan lewat layanan ini.

Terkait kegiatan ini dasarnya adalah bagaimana kita menjadikan kabupaten kita menjadi kabupaten cerdas (smart city) bagaimana kita bisa menyampaikan ide tau sebuah wacana, kalau kita mulai dari tingkat kabupaten kemungkinan untuk pelaksanaan itu agak sulit, kendati demikian kita coba dari tingkat bawah sebagai kepala desa dan lurah, kita gali potensi yang ada di kelurahan dan desa yang berhubungan dengan smart city, konsep ini akan kita kembangkan terus,”imbuhnya.

Beberapa waktu lalu akunya, telah menyampaikan ide ini, alhasil disambut baik oleh Badan Pemberdayaan Masyarakt dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) dan Ortal, bersama-sama menggali potensi tapi bukan melakukan penilaian atau lomba tetapi akan menggali potensi-potensi yang dimiliki desa/kelurahan, dikatakannya hal tersebut perlu disampakan bahwa smart city dibangun atas penampilan, kedepannya akan dicoba menggali berbagai potensi di desa, apakah pemerintah desa/kelurahan sudah memiliki salah satu dari 6 pilar. Salah satunya yaitu Smart city yang merupakan suatu pendekatan untuk menuju kota yang layak huni dan berkelanjutan yang mencakup beberapa komponen yaitu smart economy, smart mobility, smart environment (menuju energy, environment public space), smart people, smart living dan smart governance.

Contoh kecilnya smart government, bagaimana pemerintahan cerdas, mungkin yang dimaksud telah memiliki satu kebijakan atau satu peraturan yang dibuat, bagaimana pemerintah desa/kelurahan bisa mengembangkan aplikasi yang mendukung pelaksanaan pemerintahan di desa/kelurahan, yang diharapkan agar bisa membuat satu tampilan webside di desa/kelurahan, kalau desa boleh membangun web sendiri tetapi untuk kelurahan dan kecamatan webnya bisa konek dengan lingnya yang ada di kabupaten

Kalau aplikasi ini sudah dapat dipergunakan oleh desa maka menurutnya tidak menutup kemungkainan desa/kelurahan akan bisa membuat inovasi-inovasi dan membuat situs-situs baru dalam rangka pelaksanaan tugas di desa/kelurahan dan bisa dikembangkan lebih jauh lagi dengan biaya yang reltif kecil, meskipun menurut sebagian kalangan ada yang mengatakan belanja untuk aplikasi itu cukup mahal namun jika dikembangkan dengan benar maka hal tersebut bisa disiasati sehingga tidak menimbulkan biaya yang besar.

“Untuk di Kominfo sendiri kami mengembangkan aplikasi ini dengan merangkul ahli IT,  tentu merangkul itu tidak mudah akan tetapi yang bersangkutan tidak kesulitan, sedangkan kami di Dinas Kominfo telah mampu mengembangkan diri dalam membuat apliksi, jika ada pemikiran dalam mengembangkan apa saja di desa maka desa bisa berkomunikasi dengan kami di Dinas Kominfo kami bisa bantu membuatkan soft aplikasi,”ujar Budi Santoso.(humas8/kominfoppu/nk)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Popular

To Top