Eratkan Tali SIlahturahmi, PDAM Lakukan Pertemuan Dengan Awak Media

PDAM Kini Miliki Lima WTP se PPU Berkapasitas 135

PENAJAM (NK) – Guna memperat tali silahturahmi, Direktur Umum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka (DT) Kabupate Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Rasyid beserta jajarannya, Selasa (8/10/2019) di Rumah Makan Ibukota menggelar pertemuan dengan seluruh awak media yang bertugas di Kabupaten PPU.

Pada kesempatan itu, Abdul Rasyid mengatakan, kegiatan ini dalam rangka silahturahmi dengan teman – teman media sehingga hubungan PDAM dengan awak media bias terjalin dengan baik guna membantu mensukseskan program Bupati PPU, Abdul Gafur Mas’ud dan Wabup, H. Hamdam untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat PPU.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa kemarin pak bupati meresmikan unit WTP yang kelima di Kelurahan Marinda, Kecamatan Sepaku milik PDAM DT PPU. Dimana sebelumnya ada WTP di Lawe – Lawe, Waru, Sepaku, Sotek dan terakhir WTP di Maridan,”katanya.

Sehingga lanjutnya,  per hari ini PDAM DT PPU memproduksi air bersih dengan kapasitas kurang lebih 135 liter per detik secara total keseluruhan tapi yang existing sekarang hanya kurang lebih 85 liter per detik.

“Masyarakat yang terlayani sekarang itu kurang lebih 8.032 sampai dengan hari ini, meliputi wilayah Penajam ibukota kabupaten yang terbanyak sekitar 6.000, kemudian sisanya sebanyak 2.032 di Sepaku, Sotek,  Waru dan terakhir Maridan,”ujarnya.

Khusus di Maridan, tambahnya, PDAM masih punya potensi yang besar selain yang sudah terpasang sekitar 186 Sambungan Rumah (SR), WTP itu masih memiliki cadangan untuk pemasangan SR kurang lebih 7.00. Rencana di awal tahun 2020 pada Januari akan dilaunching buat masyarakat mengikuti program pemasangan SR murah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Alhamdulillah tahun depan kita dapat kuota pemasangan SR mura MBR sejumlah 2.000 SR dan kami akan bagi kuota itu di lima unit WTP se PPU, tapi khusus untuk Maridan kita persiapkan kurang lebih 5.00 SR. selebihnya akan kita sebar di unit WTP lain, sampe memenuhi kapasitas kita menjadi 2.000 SR sesuai dengan kontrak kita dengan Kementerian PUPR,”tukas Abdul Rasyid.

Selain itu, tuturnya, PDAM memiliki tiga target untuk lima tahun kedepan, pertama setiap kecamatan ada cabang PDAM paling tidak memiliki WTP berkapasitas 100 liter per detik. Saat ini unit WTP yang memiliki lebih 100 liter per detik hanya di Lawe – Lawe. Diharapkan kegiatan yang sejalan dengan program bupati tersebut mendapat dukungan dari DPRD PPU bisa diwujudkan. Sedangkan target kedua sebagaimana pernyataan bupati saat meresmikan WTP Maridan, dimana PPU telah ditetapkan sebagai Ibu Kota Negara (IKN) maka PDAM harus mengikuti pola Bappenas dan kementerian PUPR bahwa program PDAM kedepan air yang buka kran langsung minum tidak lagi harus dimasak.

“Dalam rangka menindaklanjuti target tersebut, selama dua bulan ini kami bakal bentuk tim kecil yang diarahkan pak bupati, untuk mengkaji kemungkinan – kemungkinan yang bisa dilakukan guna mempercepat target air langsung bisa dikonsumsi dari kran PDAM tanpa dimasak. Target ketiga kami adalah revitalisasi perpipaan dimana usianya hampir 30 tahun sehingga kedepan harapannya bisa diremajakan,”katanya.

Untuk diketahui, jelasnya, dalam waktu dekat ini pihaknya akan meresmikan jaringan perpipaan sepanjang 120 Km kini masih dalam tahap penyelesaian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) PPU, sehingga bisa bersamaan dengan peresmian WTP 200 liter perdetik di Lawe – Lawe.

Terkait dengan sumber air baku, beber Abdul Rasyid, khusus di WTP Lawe – Lawe terdapat dua sumber pertama dari sungai Lawe – Lawe dan satunya sumur dalam bantuan dari Balai Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dengan kapasitas lima liter per detik. Sedangkan WTP Waru sumebr air baku ada dua yakni embung dan bendungan sementara masih menggunakan embung hingga kini tidak pernah kering.

“Sedangkan untuk WTP Sotek kondisinya agak berbeda, karena sudah hampir dua bulan terakhir sumber air bakunya sedang mengalami kekeringan sehingga tidak operasi. Tetapi sejak dua minggu terakhir UPT PU Penajam sedang melakukan normalisasi pendalaman dan pelebaran embung sumber air baku itu harapannya air yang berhasil dikumpulkan bisa menjadi sumber bagi WTP itu,”tukasnya.

Diungkapkannya, khusus untuk  WTP Sepaku kelak dibangun bendungan sebagai sumber air baku dan diketahui bendungan itu dibangun oleh pemerintah pusat dan daerah harapannya bisa mengambil perannya harapannya pemerintah bisa membangun WTP kapasitas 300 hingga 400 liter perdetik karena kemungkinan bisa suplay ke daerah luar PPU. Selain itu saat ini sudah ada sumber air dari sungai, embung dan air bawah tanah juga.

“Jadi saat ini untuk sumber air baku selain Sotek, selebihnya masih aman apalagi menggunakan sumber air bawah tanah jauh lebih bagus, namun sekarang kita lagi fokus air permukaan,”urainya.

Diakuinya memang ada keluhan terkait pendistribusian air kepada pelanggan PDAM yang berada di daerah Gunung Setelang dan itu memang ada masalah di perpipaannya yakni buntu sehingga meskipun air mengalir tetapi tidak sampai ke rumah warga.

Satu minggu ini, tegasnya, pihaknya fokus ke Gunung Seteleng dan Kayu Api. Ternyata banyak meteran masyarakat daerah itu buntu jadi bukan karena airnya. Maka dirinya menarget teman – teman PDAM satu minggu kedepan untuk mencari akar permasalahannya, jika kendala di perpipaan dan meteran kita ganti. Masalah tekanan air PPU cukup kecil hanya 85 liter per detik jadi tidak mampu melayani pelanggan seluruhnya maka akan diperbaiki manajemen distribusinya perlu dilakukan.

“Guna mengantasi masalah air di daerah yang belum bisa terlayani secara maksimal, tiga hari saya baru menjabat sebagai direktur saya sudah umumkan kepada masyarakat tidak mendapatkan air untuk bersurat melalui lurah atau kadesnya kami sediakan hidran  umum secara gratis dan kini baru Kelurahan Penajam yang bersurat, masih ada sembilan hidran yang belum digunakan,”pungkasnya (nav/nk)