Hingga Senin Sore, SK Pj Walikota Batu belum Turun

BATU (NK) – Kepastian, siapa yang menjadi Pejabat Walikota Batu 2022- 2024 untuk mengisi kekosongan setelah Dewanti Rumpoko dan Punjul Santoso menyelesaikan tugasnya 27 Desember 2022, belum ada kepastian hingga Senin Sore, 26 Desember 2022.

Perguncingan tentang sosok Pj Walikota Batu menarik dan jadi bahan diskusi kecil di sudut warung kopi maupun perbincangan Whataps (WA) group. Maklum 2 tahun masa jabatan PJ lumayan panjang, sebelum digelarnya Pemilu serentak 2024.

“Sampai hari belum ada surat yang turun ke Pemkot Batu, baik SK PJ walikota dari Mendagri maupun SK Plh dari Gubernur Jawa Timur. Bagaimana kita omong mas,” ungkap Kepala Bagian Pemerintahan Pemkot Batu Arif Purwanto, saat ditemui dikantornya Senin (26/12/2022).

Saat ditanya tentang edaran undangan yang ditandatangi Sekda Kota Batu Zadim Efisiensi No.005/4115/422.011/2022 tertanggal 23 Desember 2022. Yang di tujukan kepada Staf Ahli Walikota, Asisten Sekda, Kepala OPD, Camat dan Lurah se- Kota Batu yang mengundang untuk hadir dalam pelantikan PJ Walikota Batu di Grahafi Gubernuran Jatim, 26 sampai 27 Desember 2022, sifatnya hanya untuk berjaga-jaga.

“Undangan itu memang sudah kami sebarkan, tapi sifatnya berjaga-jaga saja. Seandainya datang SK Pj dari Mendagri maka yang diundang langsung melaksanakan seperti yang tertera di Undangan tersebut. Namun, sampai hari ini belum ada tembusan SK PJ maupun SK Plh walikota dari Gubernur Jatim,” lanjut Arif.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kota Batu Nurokhman menyebutkan terkait undangan tersebut “mungkin” pemerintah kota batu sudah mendapat informasi terkait siapa yg di tunjuk sebagai pj. Walikota mengingat setiap keputusan pasti di dasarkan pada ketentuan dan keputusan secara hirarki baik dari pemerintah dalam hal ini adalah kemendagri maupun pemerintah propinsi, karena seharusnya memang tgl 27 Desember tersebut tepat berakhirnya masa jabatan walikota dan wakil walikota, maka pemerintah kota Batu mengambil langkah untuk menyiapkan dan mengagendakan pelantikan Pj. Supaya tidak terjadi kekosongan kekuasaan di kota Batu.

“Mungkin itu pertimbangannya, walaupun sebenarnya undangan tersebut belum ada dasarnya karena kewajiban mengeluarkan undangan terkait pelantikan pj adalah kewenangan gubernur yang di dasarkan pada keputusan kemendagri,” tegas Nurokhman yang dihubungi melalui Whataps.

Ditegaskan, bilamana sampai 27 Desember belum ada kepastian siapa Pj walikota maka kemungkinan besar dilakukan penundaan pelantikan Pj walikota, sehingga akan ditunjuk Plh. sampai di tetapkannya Pj walikota.

“Bila ini betul-betul terjadi kami DPRD sangat menyayangkan belum di tetapkannya Pj walikota tepat pada akhir masa jabatan walikota dan wakil walikota, mengingat bila nanti kota batu di pimpin oleh Plh. Kami khawatir tidak akan maksimal di dalam mengambil kebijakan untuk melayani masyarakat,” papar Ketua PKB Kota Batu ini.

“Sampai hari ini pun kami di DPRD belum ada informasi apapun terkait Pj. Maupun Plh. bahkan sekretaris DPRD yang beberapa hari lalu di undang ke propinsi juga tidak di informasikan terkait siapa yang akan di tunjuk sebagai Pj. maupun Plh.” lanjutnya.

Nurokhman mengungkapkan di DPRD tetap menunggu kepastian dari kemendagri terkait kapan dan siapa yang akan di tetapkan menjadi Pj. Walikota, karena DPRD tidak punya kewenangan apapun kecuali mengusulkan nama calon Pj. sebagai unsur penyelenggara pemerintahan kota Batu.

“Tentunya akan mengikuti apa yang menjadi keputusan kemendagri, semoga yang diamanati menjadi pj walikota adalah orang yang memiliki komitmen baik untuk menjalankan dan memperbaiki kinerja pemerintahan supaya capaian program, kegiatan, sinergitas dan kebijakannya bisa di nikmati masyarakat kota Batu,” pungkas Nurokhman.

Sementara itu Jempin Marbun Kabiro Hukum Pemprov Jatim membenarkan bahwa nanti malam senin- 26/12/2022 penyerahan SK Plh Walikota Batu akan dilakukan sendiri oleh Gubernur Jatim di Gedung Negara kepada Sekda Kota Batu Zadim Efisiensi.

Mengenai calon Pj yang diusulkan DPRD Kota Batu ada 3 orang yakni
Sekda Kota Batu Zadim Efisiensi, Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat dan Kepala Diskominfo Jatim Hudiyono.

Sementara usulan dari Pemprov Jatim ada 3 orang yaitu Aries Agung Paewai, Pulung Chausar dan Indyah Aryani. Usulan dari Pemerintah Pusat juga ada 3 orang, sehingga jumlah calon Pejabat Walikota Batu ada 9 orang. Namun sampai saat ini belum ada satupun yang disahkan.(Bs/NK)