ADVERTORIAL - PARLEMENTARIA

Masyarakat Dihimbau Tidak Membakar Lahan

Kemarau Diprediksi Berlangsung 2-3 Bulan Kedepan

PENAJAM (NK) – Sekretaris Daerah (Sekda) Penajam Paser Utara (PPU), Tohar kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat PPU agar tidak membakar lahar ataupun bersih bersih lingkungan dengancara di baka, karena kondisi kemarau seperti saat ini segala sesuatunya mudah terbakar yang dapat menyebapkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Perihal ini disampaikan Tohar disela-sela pelaksanaan apel pagi dilingkungan Sekretariat Kabupaten PPU, Jumat (13/9/2019).

Sekda PPU, Tohar saat memimpin apel pagi mengingatkan kepada seluruh ASN dan masyarakat PPU untuk tidak membakar lahar ataupun bersih bersih lingkungan dengan cara di bakar

Dikatakannya, berdasarkan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) yang telah dilaksanakan, Kepala UPT BMKG Kota Balikpapan memprediksi bahwa puncak kemarau masih akan berlangsung hingga akhir oktober mendatang. Untuk sampai ke bulan itu tambahnya, tentunya masih butuh waktu satu setengah bulan kemudian. Selanjutnya curah hujan untuk di Kabupaten PPU diperkirakan baru akan terjadi pada minggu pertama bulan november mendatang. Potensi keterlambatan ini akan terjadi tiga kali dasa harian.

“Kalau sudah tiga kali dasa harian kemungkinan kemarau masih akan mundur selama 30 hari kemudian. Artinya menurut perkiraan berdasarkan informasi Kepala BMKG, potensi kemarau kita masih kurang lebih dua setengah sampai tiga bulan kedepan,” jelas Tohar.

Tohar mengatakan, fenomena ini patut menjadi pertimbangan bagi semua masyarakat khususnya di Kabupaten PPU dalam melakukan tindakan, apalagi itu dapat menyebapkan terjadinya kebakaran dimanapun.

Berdasarkan evaluasi yang ada pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU, bahwa terjadinya karhutla di PPU sejauh ini terjadi sebagian besar karena pembukaan lahan dengan cara dibakar kemudian prilaku pembakaran sampah yang dilakukan tanpa terkendali.

“Mencermati kondisi ini, untuk kita ketahui bersama ataupun kita sampaikan kepada orang-orang terdekat manakula memungkinkan, agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja ataupun lingkungan tanpa kendali, karena dapat memyebapkan karhutla,”pinta Tohar. (Humas6/nav/nk)

Berita Popular

To Top