PPU Bersama BBPOM Samarinda Upayakan Keamanan Pangan

PENAJAM (NK) – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada tahun 2022 terpilih oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda sebagai salah satu lokus tiga Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan di Kalimantan Timur, berupa program Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, dan Intervensi Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman. Ketiga program ini telah dimulai sejak awal tahun 2022 dan saat ini memasuki tahap monitoring dan evaluasi yang digelar BBPOM Samarinda di aula lantai I Kantor Bupati PPU, Kamis (03/11/2022).

Hadir dalam kesempatan tersebut mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU Grace Jansje Makisurat. Hadir pula perangkat daerah terkait, perwakilan sekolah-sekolah, perwakilan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TPPKK) PPU, kader dan penyuluh keamanan pangan desa.

Hasil monitoring dan evaluasi yang disampaikan oleh Koordinator Kelompok Substansi Informasi dan Komunikasi BBPOM Genta Nila Hadi, menyebutkan bahwa setelah dilakukan intervensi atau pembinaan terhadap keamanan pangan di desa, sekolah, dan pasar, “keamanan pangan di tiga sektor tersebut menjadi lebih baik,” ujarnya.

Lebih lanjut Kepala BBPOM Samarinda Sem Lapik, menghimbau masyarakat untuk tetap menjadi konsumen cerdas dengan mewaspadai produk dengan bahan berbahaya, seperti terasi berwarna yang menggunakan bahan pewarna tekstil.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinkes Grace Jansje Makisurat menyampaikan bahwa kegiatan yang telah dilakukan sangatlah bagus guna meminimalisir keracunan makanan pada anak sekolah dan masyarakat.

“Kegiatan ini juga selaras dengan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas),” ungkap Grace.

Ia juga menyebut tahapan setelah monev berupa lomba terkait keamanan pangan di tingkat nasional merupakan sesuatu yang baik.

“Dinkes PPU juga ingin mengadakan lomba kantin sehat di sekolah guna memacu sekolah-sekolah untuk memiliki kantin yang sehat,” jelasnya.

Terkait dengan intervensi Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS), BBPOM Samarinda melakukan intervensi terhadap 40 sekolah di PPU. Intervensi berupa sertifikasi PJAS Aman yang didapat setelah dilakukan uji sampel produk makanan yang dijual di sekolah. Setelah diintervensi, terdapat sembilan sekolah yang berhasil mendapatkan sertifikat PJAS Aman, diantaranya MAN Babulu, SMAN 2 PPU, SMAN 1 PPU, SMAN 4 PPU, SMAN 3 PPU, SMA ITCI PPU, SMPN 2 PPU, SDN 005 Sepaku, dan SDN 001 Babulu.

Intervensi yang dilakukan melalui program Desa Pangan Aman berupa advokasi kelembagaan desa, pelatihan kader keamanan pangan desa yang menghasilkan 15 kader yang terdiri dari kader keluarga, kader sekolah, dan kader masyarakat pada tiap desa. Kemudian, bimbingan teknis keamanan pangan terhadap komunitas desa, yakni keluarga, sekolah, dan pelaku usaha. Selain itu, dilakukan pula pengawasan keamanan pangan desa dengan menguji sampel produk makanan yang dijual di desa serta pendampingan masyarakat yang dilakukan oleh kader untuk melihat keamanan pangan di lingkungan rumah maupun usaha.

Setelah inisiasi dilakukan oleh BBPOM Samarinda di PPU pada tahun ini, keamanan pangan di tahun berikutnya akan dilanjutkan oleh desa dengan menyusun rencana aksi dan dikawal oleh BBPOM Samarinda. Terdapat tiga desa yang telah ditetapkan dalam program Desa Pangan Aman di PPU sejak awal 2022, diantaranya Desa Argo Mulyo, Desa Tengin Baru, dan Desa Wonosari di Kecamatan Sepaku. Pemilihan ini dipengaruhi oleh adanya pemindahan Ibu Kota Negara. Ketiga desa tersebut juga telah dibekali alat uji bahan makanan oleh BBPOM Samarinda guna menjaga keamanan pangan di desa masing-masing.

Selain desa, Pasar Induk Penajam juga mendapat alat uji bahan makanan oleh BBPOM Samarinda. Pasar Induk Penajam terpilih dalam program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas. Selain advokasi kelembagaan perangkat daerah terkait, bimbingan teknis petugas pasar dan fasilitator pasar juga dilakukan seperti praktik pengambilan sampel dan uji bahan makanan. Kemudian penyuluhan terhadap pedagang pasar, kampanye pasar, dan pengambilan sampel serta uji bahan makanan baik sebelum pembinaan maupun sesudah pembinaan juga dilakukan.

Selain tahapan-tahapan yang telah dilakukan sebelumnya, sekolah-sekolah, desa, dan pasar yang tergabung dalam tiga program tersebut berkesempatan untuk mengikuti lomba dengan kategori program masing-masing secara nasional.(Advertorial/DiskominfoPPU/NK2)