Ratusan Siswa SMPN1 PPU Iringi Pemakanan Korban Angkot Maut

Seluruh Siswa  dan pengajar keluarga SMPN 1 PPU saat berada di rumah Saskia Ashari korban meninggal dunia untuk mengiringi hingga ke tempat peristirahatan terakhirnya 

PENAJAM (NK) – Ratusa siswa SMPN 1 Penajam Paser Utara (PPU), Selasa (4/9/2018) mengiringi pemakaman Saskia Ashari (12) korban meninggal dunia akibat angkutan kota (Angkot) maut yang dikemudikan oleh Syahrianto (36) secara ugal – ugalan sehingga terbalik setelah menabrak median jalan di jalan Negara Km. 3,5 Kelurahan Penajam pada Senin sore (3/9/2018) kemarin.

Dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 3 kilometer, para siswa tersebut didampingi seluruh guru SMPN 1 PPU berangkat menuju rumah duka hingga jasad korban dimakankan di pemakaman muslim kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam.

Seorang siswa bernama Annisa mengatakan, meskipun tidak satu kelas namun semua siswa merasa sedih atas meninggalnya Saskia. Apalagi kejadian itu setelah korban pulang dari menuntut ilmu di SMPN 1 PPU.

Almarhumah selain pintar, juga kerap menolong kami apabila ada kesulitan dalam belajar, sehingga kami sangat merasa kehilangan. Kami hanya bisa berdoa agar  Saskia berada disisi Allah,”tukasnya.

Ia menuturkan, aksi jalan kaki menuju ke rumah duka ini sebagai bentuk solideritas seluruh siswa kepada rekannya, jadi bukan hanya siswa kelas VII saja tetapi juga dilakukan oleh seluruh  siswa  dan para pengajar.

Untuk diketahui, Saskia Ashari siswi kelas VII SMP Negeri 1 PPU warga jalan Negara Km 01 RT 01 Kelurahan Penajam   Kecamatan Penajam PPU, Senin kemarin menjadi korban karena mobil angkot nopol KT 1365 VA yang ditumpanginya dan sopiri Sahrianto (36) secara ugal – ugalan sehingga terbalik setelah menabrak median jalan di jalan Negara Km. 3,5 Kelurahan Penajam.

Sahrianto sopir angkot maut telah ditetapkan sebagai tersangka dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka dikenai pasal 310 ayat (4) KUHP

Selain korban tewas, juga terdapat dua korban lainnya yakni Ristiqamah (12) mengalami luka ringan namun setelah menjalani perawatan medis di RSUD Ratu Aji Putri Botung sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya sedangkan  korban lain, Ananda Nur Anisyah (10) luka berat saat ini telah dirujuk ke RSUD Balikpapan akibat menderita parah pada bagian kepala.

Kapolres PPU, AKBP Sabil Umar melalui Kasat Lantas Polres PPU, AKP Dodik Hartono menegaskan, akibat perbuatan Sahrianto, dikenai pasal 310 ayat (4) KUHP dengan ancaman penjara paling lama enam tahun. Dan saat ini tersangka beserta mobil angkot merk Suzuki Futura Nopol KT 1365 VA warna hijau putih jurusan Penajam – Waru telah diamankan di Mapolres PPU.

“Kami telah menetapkan sopir angkot tersebut sebagai tersangka dan kita kenai pasal 310 ayat (4) KUHP dengan ancaman penjara selama enam tahun,”tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan pihaknya, lanjut Dodik, pada saat mobil angkot yang disopirinya melaju dari arah Penajam menuju Kelurahan  Nipah – Nipah dengan kecepatan tinggi,  ketia itu mengangkut penumpang sebanyak empat orang anak sekolah.

Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP)  mobil yang dikemudikan tersebut oleng dikarenakan ada mobil penumpang yang menyalib dan tersangka tidak bisa menguasai laju kendaraan sehingga menabrak median jalan tengah. Akibatnya penumpang sebanyak tiga orang beserta pengemudi terlempar ke luar dari mobil.

“Sedangkan satu orang penumpang lainnya masih di dalam mobil. Akibat dari kejadian tersebut mengakibatkan Saskia Ashari mengalami meninggal dunia,  Ananda Nur Anisyah mengalami luka berat dan Ristiqamah mengalami luka ringan. Kemudian  korban dilarikan ke RSUD untuk mendapatkan pertolongan,”urainya.

Ditambahkannya, selain mengamankan tersangka dan mobil angkot, polisi juga mengamankan barang bukti  berupa satu lembar STNK Mopen nopol KT 1365 VA atas nama H. Arifin A.MA.PD dan satu lembar Sim A  milik tersangka.(nav/nk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.