Sebelum Pilkada Sepi Perekam, Jelang Pencoblosan Perekam e-KTP Membludak

Suasana warga yang memadati ruang tunggu pengurusan e-KTP di kantor Disdukcapil PPU


PENAJAM(NK) – Jelang H-1 pemilihan kepala daerah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), warga berbondong-bondong mengurus e-KTP di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) PPU.

Peningkatan para pengurus e-KTP tersebut mulai terlihat sejak pertama masuk kerja pasca cuti lebaran lalu. Hal tersebut diungkapkan Kepala Disdukcapil PPU, Suyanto saat diwawancara di kantornya. Selasa, (26/6/2018).

Suyanto mengatakan, terhitung sejak 10-25 Juni 2018 saja sudah terdata sebanyak 593 warga yang telah melakukan perekaman namun belum dapat dicetak Surat Keterangannya (Suket). Suyanto beralasan belum tercetaknya Suket warga yang telah merekam tersebut karena masih dalam proses, sebab warga tersebut baru melakukan perekaman e-KTP.

“Belum bisa di cetak, karena yang bersangkutan baru saja melakukan perekaman,”ujarnya.

Saat ditanya penyebab tingginya tingkat pengurusan e-KTP menjelang pemilihan, Suyanto juga merasa aneh, mengapa sudah mendekati pencoblosan, warga baru berbondong-bondong mengurus e-KTP, padahal ungkap Suyanto, jauh sebelum hari pencoblosan, dirinya bersama staf Disdukcapil PPU telah melakukan pelayanan perekaman e-KTP hingga ke Desa/Keurahan, namun masih banyak warga yang enggan mengurus.

Saya juga aneh, kenapa dekat pencoblosan baru warga berbondong-bondong mengurus e-KTP. Padahal kemaren-kemaren kita sudah jemput bola ke Desa dan Kelurahan malah gak ada yang muncul merekam,”keluhnya.

Mendekati pencobloan ini, Perekaman e-KTP didominasi warga Kecamatan Penajam dan Pelayanan dilakukan hingga jam 5 sore. Dibeberkannya, sejak Oktober 2018 hingga Juni 2018, Disdukcapil PPU telah mencetak sebanyak 4.687 Suket.

“H-2 pemilihan saja, perekaman mencapai 136 warga. sejarah perekaman terbanyak di Kecamatan Penajam,”pungkasnya.(aris/nk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.