HEADLINE

Tak Pakai Masker, Warga Paser Dikenai Disanksi

PASER (NK) – Sanksi sosial diterima beberapa warga Kabupaten Paser. Pasalnya, mereka kedapatan abai terhadap protokol kesehatan yang berlaku. Adapun sanksi yang diterapkan meliputi push-up, membaca pancasila, atau membersihkan lingkungan sekitar dalam jangka waktu tertentu.

Sekretaris Satpol PP Paser Ambo Lala menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak-lanjut dari Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 78 Tahun 2020 Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan. “Kami melakukan operasi yustisi di pusat perbelanjaan Kandilo Plaza,” ungkapnya, Selasa (22/9/2020).

Operasi tersebut melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Polres Paser, TNI, Badan Penganggulangan Bencana Daerah(BPBD), Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan. “Dalam razia kali ini tim lebih mengedepankan penerapan sanksi sosial bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. Mereka harus memilih salah satu dari tiga sanksi, yakni push up, membaca pancasila atau membersihkan lingkungan,” terang Ambo Lala

Operasi hari ini, lanjutnya berada di tempat umum yaitu Plaza dan Pasar Senaken. Sarannya adalah warga yang mengunjungi pusat perbelanjaan seperti Kandilo Plaza dan Pasar Senaken yang abai protokol kesehatan. “Operasi kali ini kami menjaring sembilan orang, karena  tidak mematuhi protokol kesehatan khususnya menggunakan masker,” ungkapnya.

Kendati pelanggar disuruh memilih salah satu dari tiga sanksi, tetapi ada beberapa yang tidak diperbolehkan memilih hukuman push up. “Iya, bagi yang memiliki riwayat penyakit tidak kami berlakukan push up. Itu berdasarkan pertimbangan dari Dinas Kesehatan,” tutur Ambo Lala.

Dia mengimbau seluruh masyarakat di Paser agar selalu patuh pada protokol Kesehatan ketika keluar rumah. Itu demi menekan penyebaran virus corona atau Covid-19 yang kian lama makin mengkhawatirkan di daerah ini. (MC.kominfopaser/nk)

Berita Popular

To Top