BalikpapanHEADLINEKaltim

Tunggakan Sewa Kios Pasar telah Mencapai Rp. 6,2 Milyar 

Salah satu pasar di Kota Balikpapan


BALIKPAPAN(NK) - Tunggakan sewa kios pedagang di beberapa pasar kota Balikpapan telah mencapai Rp. 6,2 Milyar. Tunggakan hutang sewa kios berasal dari ratusan pedagang pasar terhitung sejak tahun 2000, yang tersebar di pasar Sepinggan, Klandasan, Pandan Sari, Pasar Baru dan Pasar Sepinggan.

Tunggakan hutang pedagang ini telah menjadi temuan BPK hampir setiap tahun.

“Paling banyak memang di pasar Pandan Sari, Balikpapan Barat. Jumlah saya nggak hapal tapi semua tagihan itu Rp 6 miliar lebih,” Kata Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan M. Saufan (24/7/2017).

“Bukan tidak bisa ditarik kami usahakan sekarang, kami akan tagih terus. Ada memang BPK itu temuan. Kita akan tagih terus,”tandasnya.

Alasan penunggakan bermacam mulai dari kesulitan membayar uang sewa kios akibat situasi ekonomi yang lesu, pedagang tidak ditempat, dan hingga dialihkan kepihak ketiga.

“Banyak masalahnya ya,”ujarnya.

Besaran uang sewa atau retribusi pedagang itu sangat bergantung pada luasan kios/petak pedagang. Besar bervariasi ada yang Rp180 ribu, Rp200 ribu, ada Rp300 ribu, Rp350 ribu perbulan.

Soufan juga meminta masing-masing UPT pasar untuk makin rajin menarik retribusi atas lapak yang telah disewa pedagang. Sebab lanjutnya, tidak sedikit pedagang yang masih menunggak biaya retribusi.

“Meskipun sudah 58 persen dari target retribusi yang dibayar, sisanya Rp 6,2 miliar belum dibayar. Makanya kami giatkan penarikan retribusi ke tiap lapak setiap hari,”tuturnya.

Mayoritas didominasi oleh penyewa lapak di pasar pandan sari. Dan untuk keseluruhan pedagang dari seluruh pasar setidaknya ada 1.000 an yang belum membayar retribusi penyewaan lapak.

“Ada yang beberapa bulan belum dibayar, hingga tahunan,”sebutnya.

Diapun menghimbau agar pedagang yang menyewa sebaiknya tidak menyewa kepada pihak lain (pemilik lain). Sebab sewa menyewa kios hanya dibenarkan kepada pemerintah kota dalam hal ini bidang Pasar.

“Makanya kami tidak lelah menginfokan bagi pedagang agar jangan mau menyewa lapak ke pedagang lain. Kalau mau menyewa lapak bisa lewat UPT atau dinas perdagangan,” jelasnya.

Kemudian bila pedagang yang menyewa lapak tidak mampu membayar biaya retribusi maka lapak akan diambil dinas perdagangan kembali. Kemudian lapak akan disewakan ke pedagang lain melalui mengurus surat izin penyewaan tempat berjualan yang dikeluarkan oleh dinas perdagangan.

“Jadi kalau sudah tidak mau berdagang lagi, lapaknya bisa diserahkan ke kami untuk dikembalikan,”tukasnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pasar Kota Balikpapan Heri Misnoto mengatakan, tunggakan uang sewa ini bahkan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan saat proses audit dan akan terus menjadi temuan BPK apabila tidak diselesaikan, sebab pelaporan keuangan APBD menggunakan sistem akrual.

“Kami sebenernya persuasif menagih uang sewa. Penagihan ini juga maksudnya bukannya mau memberatkan pedagang, tapi justru meringankan. Karena kalau dibayar kan utangnya berkurang,”tutur Heri, Selasa (12/4/2016).

Menurutnya, jumlah tunggakan uang sewa kios terbesar berasal dari Pasar Pandansari. Namun selain pasar tersebut, sisa tunggakan berasal dari Pasar Sepinggan, Pasar Klandasan, dan lain-lain.

Heri mengaku pihaknya telah menempel stiker pemberitahuan di kios-kios pedangan yang menunggak pembayaran uang sewa kios. Dia juga memberikan batas akhir pembayaran tunggakan uang sewa hingga akhir April.

“Ya, sesuai peraturan daerah kan batasnya tiga bulan, kalau bulan keempat dia tidak membayar, bisa diambil pemerintah. Kalau yang bersangkutan mau melunasi, ya, kami teruskan. Kalau tidak ada keinginan melunasi, kami serahkan ke orang lain,”ungkapnya.

Adapun besaran uang sewa per kios bervariasi tergantung luas kios, mulai dari Rp180.000-Rp350.000.

“Perbandingan antara pedagang yang lancar pembayarannya dengan yang tidak itu mencapai 70:30, yang pembayaran uang sewanya bermasalah 30% saja dari ribuan pedagang di pasar-pasar Balikpapan,”pungkasnya.(Ros16)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.