Adanya IKN Nusantara Bisa Meningkatkan Kerjasama Antara Pemerintah dan Masyarakat Lokal

BALIKPAPAN (NK) – Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur (Kaltim) sudah memasuki masa konstruksi.

Menanggapi hal tersebut, Junaedi Ketua Umum Organisasi Penggawa Adat Borneo, menerangkan kepada awak media berkaitan dengan Kesiapan dan Dukungan Masyarakat Adat Dayak di Kaltim terhadap Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

” Kesiapan dalam menyambut IKN Nusantara, kami berharap dan mendukung penuh IKN bisa terbangun dengan baik dan bisa memberdayakan masyarakat lokal yang ada di Kalimantan Timur khususnya,” ungkapnya pada Senin (26/9/2022)

Kemudian, Langkah kami dalam menyambut IKN melindungi dan meletakkan diri sebagai garda terdepan untuk pembangunan IKN dari gangguan pihak-pihak yang tidak mendukung atas pelaksanaan pembangunan IKN itu sendiri.

” Tantangan kami terhadap IKN pindah ke Kalimantan adalah banyaknya masyarakat dari luar daerah Kalimantan Timur yang masuk ke wilayah IKN dan disini kita harus bersaing dengan masyarakat pendatang yang mana masyarakat lokal bisa memposisikan diri pada kondisi itu sendiri, jangan hanya sebagai penonton dalam situasi saat IKN itu sudah menjadi suatu kenyataan,” ujarnya

Pria yang kerap disapa Jon Kilat menambahkan, Harapan kami dengan adanya IKN Nusantara bisa meningkatkan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat lokal terutama masalah SDM yang mana SDM sangat diperlukan untuk IKN itu sendiri, sehingga masyarakat lokal bisa diberdayakan sesuai dengan kemampuannya masing-masing dan harus sinergi antar pemerintah dengan masyarakat serta ormas-ormas daerah harus dilibatkan dalam hal pemberdayaan masyarakat lokal. Terutama masalah pekerjaan dan kearifan lokal tidak bisa dilepaskan dari kondisi IKN itu sendiri.

” Dampak positif dari perpindahan IKN ke Kalimantan Timur sangat signifikan terhadap berbagai sektor kepada masyarakat Kalimantan Timur terutama Balikpapan sebagai pintu gerbang keluar masuknya pendatang berdampak luas kepada masyarakat lokal,” ucapnya.

Selanjutnya, Masyarakat harus secara bijak meningkatkan SDM jika tidak mau menjadi penonton di IKN dan harapan kami sebagai Ormas ikut dilibatkan semua pihak, recruitment masyarakat lokal bisa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan pemberdayaan ini harus di berdayakan sebijak mungkin.

“Kami siap mendukung pembangunan IKN di Kalimantam Timur, siap menjadi garda terdepan untuk melindungi dan mengamankan wilayah IKN dari gangguan pihak-pihak yang tidak mendukung atas pembangunan itu sendiri dan kami siap memperjuangkan hak-hak masyarakat lokal dan memperjuangkan segala keperluan yang bersentuhan dengan adat itu sendiri, terutama adat dan kearifan lokal diberdayakan,” pungkasnya. (Bah/NK)