BorneoHEADLINEKaltimPPU

Bupati PPU Serap Aspirasi Warga soal Pemekaran hingga Pertanian pada Safari Jumat di Labangka Barat

BABULU (NK) — Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor melaksanakan kegiatan Safari Jumat yang dirangkaikan dengan Jumat Bersih dan silaturahmi bersama masyarakat di Jalan Rawa Mukti RT 07 Dusun II, Desa Labangka Barat, Kecamatan Babulu, Jumat (08/05/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Camat Babulu, seluruh kepala desa se-Kecamatan Babulu, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Safari Jumat diawali dengan gotong royong membersihkan lingkungan kantor desa, masjid, dan permukiman warga. Kegiatan safari jumat juga menghadirkan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Babulu dan RSUD Ratu Aji Putri Botung.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Salat Jumat berjamaah di Masjid Jami’ Al-Istiqomah serta dialog bersama masyarakat guna menyerap berbagai aspirasi warga.

Dalam sambutannya, Bupati PPU mengapresiasi semangat kebersamaan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan memperkuat budaya gotong royong.

“Kegiatan seperti ini sangat baik karena bukan hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya pengelolaan dana desa secara optimal untuk mendukung pembangunan desa mandiri dan penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.

Pada sesi dialog, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya terkait kondisi anggaran daerah, pemekaran Kecamatan Babulu, pengembangan sektor pertanian, pengelolaan sumber air bersih, penguatan koperasi desa, hingga pembangunan fasilitas ibadah.

Menanggapi hal tersebut, Sekda PPU, Tohar, menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran sejak 2025 hingga 2026. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah program pembangunan belum dapat direalisasikan secara maksimal.

Menurutnya, pemerintah daerah tetap berupaya memprioritaskan program-program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat meskipun ruang fiskal daerah terbatas.

Terkait aspirasi pemekaran Kecamatan Babulu, Tohar menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyelesaikan berbagai tahapan administrasi dan kajian teknis. Namun usulan tersebut masih menunggu kebijakan dan prioritas pemerintah pusat, khususnya berkaitan dengan dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Dokumen dan kajian teknis sudah disiapkan. Aspirasi pemekaran Babulu tetap menjadi perhatian pemerintah daerah,” jelasnya.

Dalam sektor pertanian, Tohar mengungkapkan rencana pemerintah daerah melakukan uji coba penanaman padi seluas sekitar 50 hektare menggunakan varietas yang tahan terhadap tingkat keasaman tanah tinggi dan tidak membutuhkan banyak air. Program ini dinilai cocok diterapkan di wilayah Babulu yang memiliki karakteristik tanah asam.

Selain itu, ia juga menyoroti potensi besar sektor perkebunan kelapa sawit di PPU. Menurutnya, daerah tidak boleh hanya menjadi pemasok bahan mentah crude palm oil (CPO), tetapi juga harus mampu mengembangkan industri hilir agar nilai tambah ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat daerah.

Menanggapi aspirasi terkait sumber air dan pengembangan air bersih, Tohar menjelaskan bahwa pemerintah daerah masih menghadapi kendala regulasi dan perizinan, khususnya terkait pemanfaatan air tanah yang izinnya harus diproses hingga ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pada kesempatan tersebut, Tohar juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah memfasilitasi pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan di PPU sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat desa.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR PPU, Muhajir, yang turut hadir dalam dialog menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah beberapa kali menganggarkan program pengelolaan sumber air, namun realisasinya masih terkendala proses perizinan.

Ia juga menanggapi usulan masyarakat terkait pembangunan dan penyelesaian masjid di wilayah Labangka Barat. Menurutnya, pemerintah memahami kebutuhan tersebut, namun pelaksanaannya masih menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

Meski demikian, usulan tersebut dipastikan akan kembali dibahas untuk mencari kemungkinan dukungan anggaran pada program pembangunan berikutnya.

Kegiatan Safari Jumat tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat sekaligus menjadi sarana penyampaian aspirasi secara langsung demi mendukung pembangunan Kabupaten Penajam Paser Utara yang lebih maju dan sejahtera. (DiskominfoPPU/NK)