
Otorita IKN Tutup 4 Tenant di KIPP Karena Jual Air Mineral Diatas Harga Pasar
PENAJAM (NK) – Ibu Kota Nusantara (IKN) menutup sementara operasional empat tenant atau gerai di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, karena didapati telah menjual air mineral kemasan diatas harga pasar sehingga dinilai memberatkan masyarakat yang menjadi konsumennya yang berkunjung ke IKN. Adapun keempat gerai yang ditutup itu yakni Roti’ O, lalu Bhinneka Coffee, D’Sweet serta Bakole Bambu.
Berdasarkan hasil pantauan Otorita Ibu Kota Nusantara. Pasalnya, empat tenant tersebut diketahui telah menjual air mineral kemasan dinilai cukup mahal, bahkan Otorita telah beberapa memberikan teguran kepada keempat usaha makanan dan minuman di KIPP IKN itu. Mereka menjual antara Rp13 ribu hingga Rp19.000 per botol, atau lebih mahal dibandingkan dengan pedagang di booth lain.
Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin didampingi Direktur Pemberdayaan Masyarakat, Conrita Ermanto, Senin (2/7) kemarin mengatakan, penutupan ini dilakukan sejak hari ini dan sebagai bentuk pembinaan agar mereka menaati aturan dan kesepakatan yang telah dibuat jika terulang kembali maka sanksi berat bisa saja diberikan.
“Tenant atau gerai yang sementara ini ditutup, kita baru memantau kaitannya dengan air mineral ya, atau AMDK. Nah beberapa kali kita tegur untuk menjual sesuai dengan standar yang berlaku secara umum,” tegas Alimuddin.
Ia menambahkan, pihaknya dalam waktu segera juga akan mengkurasi seputar produk makanan olahan dengan melibatkan pihak-pihak terkait, sehubungan dengan standarisasi harga jual makanan yang dijajakan oleh tenant dan gerai.
Menurutnya, upaya yang dilakukan pihaknya ini sangat penting, karena ekosistem IKN baru mulai tumbuh. Maka jangan sampai ada hal-hal kurang baik, justru mengakibatkan orang atau pengunjung menjadi susah. Sementara cita-cita IKN adalah menjadi kota yang layak huni atau livable city dan Lovable city atau kota dicintai bagi semua orang.
“Misalkan pada saat liburan-liburan ratusan ribu orang datang dan berkunjung ke IKN, dan mereka mengeluhkan mahalnya harga air mineral. Tentu hal ini menjadi penghambat untuk mewujudkan cita-cita IKN itu,” beber Alimuddin.
Dirinya khawatirkan, kalau sekarang sudah dimulai dengan hal-hal yang mahal, maka ke depan IKN dapat menjadi kota dengan living cost atau biaya hidup tinggi. Sehingga ia mewanti-wanti, IKN bukan tempat hiburan yang menjual minuman-minuman dengan banderol harga 2 sampai 3 kali lipat dari harga umumnya.
“Jelas Ini tidak bagus, apalagi kan kebijakan IKN yang khususnya di tenant-tenant itu kan masih menggunakan tempat secara gratis tanpa dipungut biaya. Jadi tidak ada alasan mereka untuk menaikkan harga, apalagi barang-barang yang sifatnya umum misalkan air mineral tadi,” tuturnya.
Alimuddin menekankan, kejadian ini harus menjadi perhatian dan bagi yang tidak mematuhi ketentuan itu, pihaknya memastikan menutup usaha mereka tentu setelah diberi teguran atau peringatan.
Ia menegaskan, visi pemerintah tentu ingin menciptakan IKN bukan menjadi kota yang mahal yang hanya bisa ditinggali atau dihidupi orang-orang berkelas. IKN adalah kota inklusif, dan ramah terhadap semua kalangan, termasuk dalam biaya hidup.
Meskipun demikian, ia mengucapkan terima kasih kepada tenant-tenant, gerai, ataupun resto yang sudah mematuhi ketentuan yang sudah diberikan. Membangun IKN sebagai kota livable and lovable itu, bukan hanya tugas Otorita, tetapi tugas semua termasuk para pengusaha yang bekerja di sini.
“Kami sampaikan, setelah penutupan hari ini, Otorita akan melihat perkembangan gerai-gerai tersebut, maupun seperti apa tanggapan mereka. Tetapi apabila mereka menilai tidak cocok dengan aturan yang sudah digariskan, kami persilahkan mereka untuk keluar. Namun bagi mereka yang menaatinya kami minta segera memperbaiki point yang jadi persoalan,” pungkasnya. (nk)
