375 Personel Dikerahkan Dalam Operasi Lilin Mahakam 2020 di PPU

PENAJAM (NK) – Sebanyak 375 orang personel terdiri dari 285 anggota Polres Penajam Paser Utara dan instansi terkait dari TNI, unsur pemerintah dan ormas sebanyak  90 personel, dikerahkan dalam pelaksanaan Operasi Lilin Mahakam Tahun 2020 di Kabupaten PPU.

Kegiatan operasi untuk mengamankan pelaksanaan perayaan Natal tahun 2020 dan tahun baru 2021 resmi beroperasi sejak dilaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Mahakam 2020 bertempat di halaman apel Mapolres PPU, Senin (21/12/2020) di Penajam.

Pada kesempatan itu, bertindak sebagai Irup Sekda PPU, Ahmad didamping Dandim 0913/ PPU, Letkol Inf Dharmawan bersama Kapolres PPU AKBP Hendrik Hermawan SIK dihadiri seluruh personel Operasi Lilin Mahakam 2020 PPU. 

Pada kesempatan itu, Sekda saat membacakan amanat Kapolri, Jendral Polisi Idham Azis mengatakan, apel gelar pasukan Operasi Lilin-2020 yang diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran Polr, mulai dari tingkat Mabes Polri hingga kesatuan kewilayahan salah satu di Polres PPU.

“Apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi “Lilin 2020” dalam rangka pengamanan perayaan Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan Mitra kamtibmas lainnya,” sebutnya.

Menurutnya, perayaan Natal dan Tahun Baru oleh masyarakat secara universal dirayakan melalui kegiatan ibadah dan perayaan pergantian tahun di tempat-tempat wisata, yang akan meningkatkan aktifitas pada pusat keramaian.

“Peningkatan aktivitas masyarakat ini tentu saja sangat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, gangguan kamseltibcar lantas dan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19. Oleh karena itu, Polri menyelenggarakan Operasi Lilin-2020 yang akan dilaksanakan selama 15 hari, mulai dari 21 Desember 2020 sampai dengan 4 Januari 2021,” tukasnya.

Dengan mengedepankan, lanjutnya, kegiatan preemtif dan preventif secara humanis, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan rasa aman dan nyaman.

“Dalam pelaksanaan pengamanan Natal dan Tahun Baru, Polri telah mempersiapkan 83.917 personel Polri, 15.842 personel TNI, serta 55.086 personel instansi terkait lainnya. Personel tersebut akan ditempatkan pada 1.607 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan kamtibmas dan kamseltibcar lantas, dan 675 pos pelayanan untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan dan lain-lain,” urainya. 

Pengamanan ini, tegasnya, tidak boleh dianggap sebagai agenda rutin tahunan biasa, sehingga menjadikan kita cenderung underestimate dan kurang waspada terhadap setiap dinamika perkembangan masyarakat, apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, kita harus lebih peduli. Jangan sampai kegiatan perayaan Natal dan Tahun Baru menimbulkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19.

Berdasarkan mapping kerawanan yang telah dilakukan, ada beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang harus kita antisipasi, antara lain ancaman terorisme dan radikalisme, ancaman sabotase, penyalahgunaan narkoba, pesta miras, aksi perusakan fasilitas umum,

aksi kriminalitas seperti curat, curas, curanmor, tawuran antar kelompok pemuda atau antar kampung, balap liar, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, maupun ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor sebagai dampak dari musim penghujan.

“Untuk itu, saya harapkan seluruh Kasatwil mampu menentukan langkah antisipasi yang proaktif dan aplikatif serta cara bertindak yang tepat, efektif dan efisien dalam mengatasi berbagai potensi gangguan yang ada, sesuai dengan karakteristik kerawanan pada masing-masing daerah,” tukasnya.

Kapolres pada kesempatan itu mengatakan, kebutuhan personel dalam ops Lilin Mahakam 2020 sebanyak 285 personel dari Polres ditambah instansi lain dan ormas sejumlah 90 personel. 

“Kami juga mendirikan tiga pos yakni Pos Terpadu Pelabuhan Ferry ASDP Penajam, Pos Pelayanan Petung dan Pos Pengamanan seperti di enam titik pos, sementara itu untuk pengamanan ibadah natal di seluruh gereja dilakukan di 42 gereja dengan menempatkan 126 personel,” pungkasnya. (nav)