80 Ha Lahan Gabut di Penajam Terbakar

Selama Dua Hari Petugas Gabungan Berjibaku Padamkan Api

PENAJAM (NK) – Lahan gambut tebal merupakan perkebunan kelapa sawit milik warga RT 11 dan RT 12 Kelurahan Petung serta RT 03 Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) luasnya sekitar 80 Ha selama dua terakhir terbakar api.

Ditemui dilokasi kejadian, Kasubid Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Hj Nurlaila, Selasa (10/9/2019), mengatakan, kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ini diterima pihaknya pada Minggu (8/9/2019) sekitar pukul 19.03 Wita dan  ini merupakan hari kedua petugas gabungan berjibaku memadamkan api.

Dibeberkannya, untuk kronologis atau pemyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, sementara luas areal lahan yang terbakar diperkiraan sementara mencapai 80 Ha dan merupakan lahan gambut tebal merupakan lahan kebun kelapa sawit milik warga.

Ia menjelaskan, upaya tim gabungan pada hari ini dilakukan oleh dua tim terdiri dari Manggala Agni Daops Paser, Tim Dinas Pertanian (Distan) Dishutbun (Dishutbun), Satpol PP, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Polres PPU serta Kodim 0913/PPU, sejumlah perusahaan swasta  dan semua unsur terkait.

“Hari ini kita lakukan teknik pemadaman dengan memaksimalkan sumber air yang ada di lokasi yang sangat terbatas,”ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, untuk mengatasi kendala air tersebut, maka dilakukan sistem supplai air dari mobil pemadam kebakaran pos Petung pada titik akses terakhir yang dapat dilalui kendaraan roda empat ke Flexible Tank dekat dengan lokasi Karhutla kemudian dilakukan penyemprotan ke titik api.

Selain itu, tambah Nurlaila,  dilakukan teknik blocking area dengan menggunakan alat berat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lapangan di lokasi .

“Kondisi terkini kebakaran lahan gambut masih terjadi dan secara visual asap terpantau tebal menyeluruh di lokasi Karhutla gambut di Kelurahan Petung dan Desa Giripurwa,”tukasnya.

Dalam penanggunlangan Karhutla tersebut dikerahkan sejumlah unit peralatan serta kendaraan bermotor yakni dari Manggala Agni dua unit mobil lapangan dan tiga unit Alkon Porable, sedangkan BPBD mengerahkan tiga unit mobil LV, tiga unit Alkon Portable, satu unit Flexible Tank, tiga unit motor Trail. Distan berupa satu unit mobil tangki, satu unit Alkon Portable dan motor Trail. Kemudian DPKP dua unit mobil pemadam untuk supplai air ditambah empat unit Alkon milik warga dan perusahaan.(nav/nk)