Ali Hamdi: Narkoba Ancaman Serius Bagi Masa Depan Bangsa, Masyarakat Harus Berperan Aktif
SAMARINDA (NK) – Peredaran narkoba di Kalimantan Timur (Kaltim) masih menjadi permasalahan yang serius, terbukti dengan adanya penangkapan terhadap pengedar sabu, EB (25), di sebuah hotel di Kota Samarinda oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim pada Kamis (09/11/2023).
Menyikapi hal tersebut, Ali Hamdi, Anggota DPRD Kaltim, mengungkapkan keprihatinannya atas tingginya tren peredaran narkoba di wilayah tersebut, khususnya di kalangan generasi muda.
“Generasi muda merupakan harapan bangsa. Jika generasi muda terjerumus narkoba, maka masa depan bangsa akan terancam,” ujar Ali Hamdi, beberapa waktu lalu.
Ali Hamdi menegaskan, Pemerintah Desa, termasuk TNI dan Polri, harus tetap netral dalam urusan politik. Mereka tidak boleh memihak atau memobilisasi masyarakat untuk mendukung calon tertentu.
“Hukum dagang yakni barang beredar karena masih adanya permintaan juga berlaku untuk narkoba,” kata Ali Hamdi.
Ali Hamdi mengatakan, meski pemerintah dan polisi sudah berupaya memberantas narkoba, namun belum efektif memberikan efek jera bagi pelakunya.
“Upaya memerangi narkoba tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib. Keterbatasan personel menjadi kendala, sehingga diperlukan peran serta seluruh pihak, baik dalam memberikan informasi dan pengawasan di lingkungan masing-masing,” katanya.
Ali Hamdi berharap, razia narkoba agar rutin dilaksanakan dan masyarakat peduli dengan lingkungannya.
“Masyarakat diminta untuk tidak ragu memberikan informasi kepada kepolisian jika mengetahui adanya peredaran narkoba di lingkungannya,” pintanya.
Ali Hamdi juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam memerangi narkoba.
“Kita harus bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba,” tandasnya.
Ali Hamdi menyarankan, sosialisasi dan edukasi tentang bahaya narkoba digalakkan melalui berbagai media, antara lain media massa, media sosial, dan kegiatan pelayanan publik.
“Pemerintah Provinsi Kaltim juga meningkatkan pengawasan terhadap peredaran narkoba di Kaltim. Pengawasan dilakukan melalui berbagai cara, antara lain dengan meningkatkan patroli dan razia narkoba,” tutur Ali Hamdi.
Ali Hamdi mengungkapkan, peredaran narkoba di Kaltim masih terus terjadi karena faktor-faktor seperti berkembangnya industri pertambangan batu bara, ketersediaan narkoba, dan lemahnya penegakan hukum, sehingga menjadikan permasalahan ini terus berlanjut.
“Pemerintah Provinsi Kaltim dan seluruh elemen masyarakat harus bekerja sama untuk memberantas peredaran narkoba di Kaltim. Upaya yang dilakukan harus bersifat komprehensif dan berkelanjutan,” pungkas Ali Hamdi. (Adv/NK)
