Dandim PPU Menekan Agar Tidak Percaya Berita Hoax

PENAJAM (NK) – Komunikasi sosial dengan aparat Pemerintah dilaksanakan Komando Distrik Militer (Kodim) 0913 Penajam Paser Utara (PPU). Ada tiga poin penting yang menjadi pokok pembahasan pada pertemuan yang melibatkan unsur TNI-Polri serta Pemerintah PPU di Aula Markas Kodim pada Rabu (31/03/2021).
Itu diungkapkan Dandim PPU Letkol Inf Dharmawan Setyo Nugroho saat dijumpai.

Ia pun menjelaskan, Sinergitas aparat Pemerintah membangun imunitas bangsa untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi tema pada kegiatan tersebut. Poin terpenting terkait sinergitas penanganan Covid-19, bahkan dalam kebijakan TNI angkatan darat mengenai tugas pokok mengenai satuan kewiliyahan dari Kodim, Koramil hingga Babinsa serta di poin ketiga adalah Bhinneka Tunggal Ika.

Lanjutnya, dalam mempertahankan imunitas merupakan menjaga kekebalan tubuh, Tidak hanya bermakna untuk menangani pandemi virus yang saat ini terus mengkhawatirkan.

“Namun juga menjadi benteng diri, agar tidak mudah terpengaruh dengan berita-berita hoax. Seperti yang lagi ramai adalah pasca bom di Makassar. Berita apa pun yang belum bisa dibuktikan kebenarannya, hendaknya diklarifikasi,” ungkapnya.

Lalu tambahnya, soal tugas pokok TNI tersebut merupakan tugas pokok Kodim itu adalah melaksanakan pembinaan teritorial. Pemberdayaan wilayah pertahanan darat, khususnya Kodim itu sendiri satuan kewilayahan matra darat.
Menjadi salah satu kebersamaan dengan pemerintah di lapangan, mulai dari pertanian, perekonomian, ataupun hal lainnya yang menjadi tugas TNI angkatan Darat membantu pemerintahan.

Sedangkan Soal kebhinekaan lanjutnya, adalah menjaga persatuan agar tidak mudah untuk digoyahkan. Sangat rawan, adalah permasalah seperti suku, agama, ras, dan antargolongan (Sara). Yang kadang selalu dikait-kaitkan hingga menjadi pemicu permasalahan.

“Dengan sinergitas dan imunitas yang sudah ada, diharapkan bisa dipertahankan serta ditingkatkan. Sehingga terbentuk kekebalan dan tidak mudah terpengaruh dengan budaya baru yang masih meragukan,” pungkasnya.(NK2)