Edukasi

Era Modernisasi, Permainan Tradisional Masih Dimainkan Anak-Anak di Buluminung

Anak-anak sedang bermain cina boy yang merupakan permainan tradisonal

PENAJAM(NK)- Permainan tradisoinal di era modern seperti saat ini sudah banyak ditinggalkan, akibat pengaruh dari teknologi seperti gadget ataupun komputer. Tapi hal berbeda nampak di Desa Gudang Kelurahan Buluminung Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Karena di daerah ini anak-anak masih riang bermain permainan tradisional seperti cina boy (bolagebok) dengan teman sebayanya tanpa terpengaruh perubahan jaman dan juga gadget.

Permainan yang dimainkan tanpa batasan peserta, dengan membagi menjadi dua tim ini menampakkan keriangan dalam bercengkrama saat bermain. Dan hal ini berhasil tertangkap lensa kamera tim Newskaltim.com saat berkunjung kedaerah tersebut.

Di sela-sela waktu saat bermain cinaboy, Alif, salah seorang warga setempat mengatakan, bahwa permainan ini sangat seru dan Ia senang memainkannya bersama teman-temannya.

“Senang main ini om, mainnya rame-rame dengan teman,” ungkap Alif dengan malu-malu dan nafas tersengal-sengal sehabis berlari. Sabtu, (7/1/2016).

Burhan, bocah kelas tiga sekolah dasar yang juga teman bermain Alif pun menuturkan bahwa permainan yang mengguna bola kasti (bola tenis) serta kaleng bekas susu untuk di tumpuk lalu di hanbur dengan cara melemparkan bola tenis kerah tumpukan ini sering meraka mainkan setiap sore karena keseruannya.

“Kalo sore kita sering main ini om,” ujar Burhan dengan polos.

Terpisah Orchita, mahasiswa semester akhir jurusan Sosiologi Universitas Negeri Yogyakarta  saat di hubungi melalui telepon menjelaskan, bahwa hal sepert ini sangatlah baik dan harusnya di lestarikan karena dengan permainan- permaina tradisional seperti ini anak-anak akan lebih mudah bercengkrama dengan teman-teman sebayanya tanpa harus terpaku oleh gadget dan nanti pasti akan berimbas pada kehidupan bersosial anak-anak ini ketika beranjak dewas.

“Ya kan akibat saat kecil mereka sering bermain bersama teman-teman yang sebayanya, nanti saat mereka beranjak dewasa akan mudah berbaur dengan kehidupan sosial karena mulai kecil sudah terbiasa bercengkrama. Kita juga sudah tau akibat terlalu sering bermain gadget bagi anak, bisa membuat anak sulit bersosialisasi dengan kehidupan sosial karena terlalu asik dengan gadgetnya,”  ujar wanita yang juga aktif dalam organisasi Ikatan Keluarga Mahasiswa PPU di Jogja ini.(teguh/red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Popular

To Top