HUT Kabupaten PPU ke-23 Fokus pada UMKM dan Kegiatan Ramadhan
PENAJAM (NK) — Dalam Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ke-23 bertepatan pada bulan suci Ramadhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU akan merencanakan beberapa rangkaian Religius. Hal itu di ungkapkan langsung Asisten I Setkab PPU, Nicko Herlambang, Rabu (05/03/2025).
Ia juga menjelaskan pada tanggal 11 Maret rangkaian acara dimulai dengan upacara HUT PPU ke-23. yang akan dilaksanakan terlebih dahulu. Nantinya di tanggal 12 Maret Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) dijadwalkan mengadakan safari Ramadhan di PPU.
“HUT Kabupaten PPU yang ke-23 diawali dengan upacara, yang kemudian dilanjutkan dengan paripurna di DPRD. Besoknya akan ada safari Ramadhan bersama Gubernur Kaltim,” jelasnya.
Nicko Herlambang juga menerangkan nantinya akan ada acara “Ramadhan Fast” yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT PPU ke-23 sekaligus memperingati bulan suci Ramadhan. “Kami akan memberikan ruang bagi UMKM selama bulan Ramadhan, khususnya pada Sabtu malam minggu. Tidak ada kegiatan besar, jadi kami memberikan kesempatan bagi mereka untuk berdagang dan berjualan,” tambah Nicko.
Rencananya, selama empat hari tersebut, berbagai kegiatan juga akan digelar, termasuk ceramah agama dan hiburan musik religi. “Selain itu, ada juga talwi, yang saat ini sedang diperbaharui oleh teman-teman panitia,” ujar Nicko.
Namun, terkait dengan penutupan serangkaian acara, Nicko menyebutkan bahwa pihaknya belum bisa memastikan tanggal pastinya. “Untuk penutupan masih belum kita ketahui, tapi setelah Lebaran, ada beberapa acara yang akan kami gagas, termasuk festival seni. Rencananya, kami akan berdiskusi dengan Bupati terkait konsep dan pelaksanaannya,” paparnya.
Dalam perencanaan acara tersebut, efisiensi anggaran menjadi perhatian utama Pemkab PPU. Dengan berbagai acara yang telah direncanakan, Pemkab PPU berharap HUT Kabupaten PPU ke-23 ini dapat berjalan sukses dan membawa dampak positif, terutama bagi pelaku UMKM dan masyarakat PPU secara keseluruhan.
“Kami harus memperhatikan efisiensi anggaran agar tidak terkesan berlebihan, namun tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” Pungkasnya. (*/NK)
