Kick Off BIAN di SDN 013 Kabupaten PPU

PENAJAM (NK) – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar menghadiri Kick Off Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 013 Kabupaten PPU, Senin (23/05/2022). Sebanyak 409 siswa-siswi yang akan menerima imunisasi tambahan campak-rubela dan melengkapi Dosis Imunisasi Polio dan DPT-HB-Hib yang terlewat.

Pencanangan BIAN ini dilakukan dalam upaya mengenjot cakupan imunisasi rutin anak yang sempat menurun selama pandemi Covid-19. Untuk imunisasi tambahan diberikan usia anak 9 bulan hingga 12 tahun, bagi anak usia 12 hingga 59 bulan melengkapi Imunisasi Polio dan DPT-HB-Hib.

Dalam arahannya, Tohar mengatakan tugas dari sebagian fungsi pemerintah adalah bagaimana memberikan arahan kemasyarakat. Karena kesehatan masyarakat memang harus di upayakan, terutama oleh seluruh komponen masyarakat tidak hanya pada leading sektor saja.

“Saya ingat betul ketika salah satu SKPD dalam hal ini Dinas Kesehatan beberapa tahun yang lalu, mencanangkan visi kita sehat tahun sekian, ternyata masih jauh dari harapan kita. Oleh karena itu, saya ingin kembali untuk mengingatkan bagaimana program pencanangan ini bisa berhasil sangat tergantung kepada kita (masyarakat),” ungkap Tohar.

Ia juga mengharapkan agar orang tua atau wali murid mempunyai persepsi dan cara pandang yang sama terhadap kegiatan imunisasi ini. Tapi pada prinsipnya imunisasi melalui BIAN ini dilakukan agar anak kita memiliki imun.

“Mari dengan pencanangan ini, kita bersinergi, bersatu padu wujudkan kegiatannya, outputnya adalah sentuhan anak-anak kita yang memang berada pada satuan pendidikan kita telah dilakukan imunisasi pada saatnya,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinkes PPU Jansje Grace Makisurat menambahkan jika imunisasi ini sudah berlangsung sebelum pandemi Covid-19. Karena sudah sering dilaksanakan di posyandu atau di sekolah-sekolah dan yang paling utamanya di SDN.

“Karena kemarin pandemi Covid19, jadi banyak orang tua yang tidak membawa anaknya ke posyandu karena memang kami menghentikan kegiatan di posyandu. Demikian juga karena kita harus protokol kesehatan,” terang Grace

Untuk ditahun 2022 ini, lanjutnya, ada ketambahan 3 jenis vaksin yaitu rotavirus untuk mencegah diare, kemudian PCV untuk mencegah pneumonia (infeksi paru-paru) dan HPV untuk mencegah kanker mulut rahim. Sebelumnya imunisasi rutin pada anak ada 11 vaksin dan sekarang menjadi 14 vaksin.

“Jadi ketambahan ya bapak ibu sekalian, tujuannya tidak lain yaitu untuk mencegah tertularnya penyakit yang sebenarnya bisa dicegah melalui imunisasi,” pungkasnya (DiskominfoPPU/NK2)