Komisi II DPRD PPU Dorong Pengembangan Industri Perikanan Lokal
PENAJAM (NK) – Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Wakidi mendorong adanya pengembangan di sektor industri daerah. Salah satunya ialah dengan menghadirkan pengolahan hasil produksi ikan.
Ia memberikan respons terhadap surplus ikan di wilayah PPU pada tahun lalu dan berlanjut hingga 2024 ini. Satu hal yang perlu disosialisasikan ialah peningkatan angka konsumsi ikan melalui produk hasil olahan perikanan.
Menurutnya, potensi sumber daya ikan yang melimpah di PPU harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Warga PPU harus diberikan pemahaman lebih tentang manfaat mengonsumsi ikan secara lebih optimal. PPU ini kan sumber ikannya banyak,” Senin (18/2/2024).
Wakidi juga menyoroti kurangnya industri pengolahan hasil perikanan di PPU. Meskipun potensi sumber daya ikan sangat melimpah, namun belum ada industri yang mengolah hasil perikanan secara besar-besaran. Menurutnya, inilah saat yang tepat bagi investor untuk memanfaatkan peluang tersebut dan membuka pabrik pengolahan hasil perikanan di PPU.
“Memang lebih bagus kalau ada industri pengolahan hasil perikanan, sementara ini kan belum ada. Sebenarnya ini juga bisa menjadi peluang investasi di PPU untuk investasi pengolahan hasil perikanan,” katanya.
Wakidi menekankan bahwa kehadiran industri pengolahan hasil perikanan dapat memberikan nilai tambah pada hasil tangkapan ikan, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan roda ekonomi di PPU. Selain itu, dengan adanya pabrik pengolahan tepung ikan, ikan yang berlimpah dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti tepung ikan yang memiliki banyak manfaat.
“Terkadang, kalau musim ikan dijual dijual Rp20 ribu per bakul dengan berat 25 kilo. Sumber ikan kita ini melimpah, kalau kita disuruh makan ikan semua kan sudah terlalu sering, yang bagus itu kalau ada industri pengolahan hasil perikanan, itu investasinya bagus kalau masuk PPU,” ungkapnya.
Dengan dorongan ini, diharapkan Pemerintah Daerah PPU dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk menggaet investor dan mendorong perkembangan industri pengolahan hasil perikanan di wilayah ini. Selain itu, sosialisasi mengenai manfaat konsumsi ikan dan produk hasil olahan ikan perlu ditingkatkan agar masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga keseimbangan konsumsi ikan demi kesehatan dan perekonomian yang berkelanjutan.
“Produk perikanan PPU ini melimpah, sebenarnya kita tinggal menunggu siapa investor yang mau masuk ke PPU, termasuk untuk pabrik pengolahan tepung ikan, karena kalau musim ikan banyak ikan yang melimpah,” tutup Wakidi. (ADV)
