Nelayan Nyambi di Beras Basah Berhasil Jadikan Anaknya Polisi

BONTANG (NK) – Kegigihan Abdul Gani (45) nelayan di Tanjung Laut Kota Bongang, sebagai seorang ayah agar dapat mengantarkan anaknya menjadi berhasil dalam mendapatkan pekerjaan dan memiliki keimanan yang kuat layak dicontoh.

Abdul Gani

Abdul Gani yang hampir setiap hari jam dua malam setelah selesai sholat tahajud dia membawa peralatan tangkap ikan ke perahu yang dimilikinya yang tertambat diantara perahu-perahu lain di Pelabuhan Tanjung Laut.

“Setiap jam dua saya bangun, selesai sholat malam saya berangkat berlayar dengan perahu bermesin dumping ke laut Sulawesi. Perjalanan sekitar dua jam, setelah selesai sholat subuh baru saya pasang jaring, sambil menunggu jaring saya manfaatkan untuk istirahat, hingga jam 7 pagi baru saya angkat jaring, sekitar jam 10 baru kembali ke darat,” kata Abdul Gani yang biasa dipanggil pak Ganing.

Dalam sekali berlayar paling tidak mendapat ikan sekitar 10 kilogram. “Belakangan ini paling dapatnya hanya 10 kg, alhamdulillah cukup untuk biaya solar, cukup untuk makan dan bisa menyekolahkan anak-anak,” ucapnya.

Dalam satu minggu Ganing berlayar mencari ikan biasanya hanya 4 hari, senin hingga kamis, sedangkan hari Jum’at hingga Ahad dia manfaatkan kapalnya untuk membawa wisatawan yang akan berwisata ke pulau Beras Basah.

“Alhamdulillah dari hasil nelayan, ditambah melayani transportasi wisatawan jika hari libur yang akan ke Beras Basah, kami cukup membiayai anak-anak sekolah, hingga berhasil mengantarkan anak saya yang pertama diterima di Polri dan sekarang bertugas di Tanah Toraja,” jelas Ganing.

Ganing memiliki 5 orang anak dari hasil perkawinan dengan Suarni Aqillah. “Anak saya yang pertama jadi polisi bernama Muhammad Ikhsan, anak Kedua Rezky Ananda kelas 3 SMA, anak ketiga Muhammad Alfiansyah kelas VII MTs al Ikhlas Bontang Kuala, Anak ke empat baru kelas 4 SD Rizky Muhammad Syawal dan terakhir anak kelima baru usia 3 tahun Aqillah,”  jelasnya.

Dalam melayani angkutan wisata ke Pulau Beras Basah, Abdul Gani tergabung di Asosiasi Pengantar Wisatawan Beras Basah, bersama 45 anggota lainnya yang ada di Pelabuhan Tanjung Laut.

“Kalau hari libur saat sekarang paling bisa melayani 2 trip, sejak dua bulan lalu beras basah dibuka. Karena selama pandemi corona hampir 6 bulan mulai Maret hingga September distop tidak ada angkutan wisata, jadi kami manfaatkan untuk menangkap ikan,” jelas Ganing saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Laut Bontang, 10 Januari lalu.

Gani yang menggunakan Kapal Motor Nelayan (KMN) Rezky Ananda dalam melayani wisatawan yang ke beras basah berkapasitas 40 orang. “Kapal ini bisa mengangkut 40 orang, jika mau pakai bisa cukup WA saja ke 085332992004,” sebut Ganing.

Dalam melayani wisatawan Ganing biasa mengajak anak ketiga sebagai helper juru mudi. “Saya biasa ikut bapak, membantu di kapal, selain mengatur penumpang, menambatkan kapal juga kadang menggantikan mengemudi jika bapak harus istirahat,” tutup Alfian kepada media ini. (NK-01)