BorneoHEADLINEKaltimSamarinda

Pagar Pengaman Kolam Ex Pit Tambang Batubara roboh, berpotensi Rawan Anak-Anak Berenang

LOA JANAN (NK) – Hujan lebat disertai angin yang terjadi lebih dari dua minggu lalu di desa Bakungan Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara menyebabkan pagar pembatas areal bekas pertambangan batubara di Jalan Tepian Manggis RT 06 Desa Loa Bakung roboh. Namun hingga Senin, 21 Februari 2022 belum juga diperbaiki oleh pihak perusahaan atau pemerintah setempat.

Menurut Waski (44), warga RT 05 desa Bakungan Kecamatan Loa Janan, robohnya pagar pengaman kolam pembatas membuat dirinya was-was, karena banyak Anak-Anak baik di RT 05 maupun 06 main ke kolam bekas tambang. “Kalau pas saya ada lihat mereka pada ke kolam, saya larang mereka, tapi jika tidak ada yang tahu, Anak-Anak suka main-main di kolam, yang kita khawatirkan mereka berenang di kolam, khawatir ada lumpur hisap yang bisa mencelakakan,” Ucap Waski kepada media ini.

Dijelaskan Waski robohnya pagar pembatas ini lebih kurang setengah bulan lalu akibat adanya hujan disertai angin yang cukup kencang. “Ini kejadian kedua kalinya pagar pengaman ambruk, dulu roboh juga, tak lama diperbaiki, namun dengan material yang sangat rapuh, menggunakan tiang dari kayu gelam dan seng bekas. Seandainya tiangnya dari kayu ulin mungkin akan kuat menahan angin,” Ucap Waski.

Saat ditanya kolam bekas penambangan perusahaan mana, Waski menjelaskan bahwa tahunya kolam ini bekas ditambang PT. Indo Perkasa, sudah tiga tahun lalu ditinggalkan, dan dibiarkan terbuka.

Sementara itu Saparudin, Humas PT. Indo Perkasa saat ditemui di pos security membantah bahwa areal itu bekas tambang perusahaannya. “Kami tidak tahu itu bekas tambang siapa, yang jelas bukan punya Indo Perkasa, cuma pada saat menambang hauling dan pengapalannya lewat Indo Perkasa,” Jelas Saparudin yang didampingi 3 orang security saat dikonfirmasi ini.

Kepala desa Bakungan Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara, Arlusdiansyah, saat di konfirmasi adanya pagar pengaman kolam bekas tambang batubara yang ambruk pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa.

“Areal itu dulu ditambang CV MIJ – Mahakam Indah Jaya, setelah selesai tidak ada komunikasi hingga saat ini. Sulit kita mau menghubungi kemana,” Ucap Arlusdiansyah saat ditemui di Kantor Balai Desa Bakungan, Senin, 21 Februari 2022 sore.

Kepala desa Bakungan mengakui pihak desa belum berkoordinasi ke Kecamatan adanya pagar yang roboh. “Belum ada koordinasi ke kecamatan, kita masih sibuk mengatasi masalah covid-19 di desa Bakungan ini,” Ucap Arlus mengakuinya. (nk-01)