HEADLINEHukrim

Pasca Peledakan Bom Molotov Samarinda, Polres PPU Rapatkan Barisan

Kapolres PPU, AKBP Teddy Ristiawan

Penajam (NK) – Pasca insiden peledakan BOM molotov, di Kota Tepian (13/11) kemarin. Sejumlah daerah di Kalimantan Timur mulai meningkatkan pengawasan. Seperti jajaran Polres Kabupaten Penajam Paser Utara, yang akan merapatkan barisan pengawasan dan pengamanan di sejumlah titik-titik pintu masuk di Benuo Taka. Senin, (14/11/2016)

Kapolres Penajam Paser Utara, AKBP Teddy Ristiawan yang dijumpai mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan berbagai upaya-upaya pengaman terkait masuknya sejumlah kelompok-kelompok radikal, seperti Jaringan Jamaah Ansharut Daulah Kaltim atau yang akarab disebut JAD Kaltim ini. yang melakukan aksi pengeboman di depan Gereja Oikumene Samarinda Seberang, lalu.

Untuk mencegah masuknya kelompok radikal, di PPU. Kami akan rutin mengelar patroli di sejumlah pintu-pintu masuk Kabupaten, selain itu pengawasan dan razia juga akan mulai kami gencarkan,” terang Teddy.

Tak hanya itu Teddy juga menuturkan pihaknya akan mencoba melakukan koordinasi ke sejumlah tokoh agama di Kabupaten penajam Paser Utara, agar umat beragama di Benuo Taka tak mudah terprovokasi dengan adanya isu sara yang tengah beredar.

“Kami juga akan melakukan sejumlah koordinasi dengan parah tokoh agama dan masyarakat, agar dapat ikut mensosialisasikan kepada masyarakat secara langsung supya tak muda teprovokasi,” ungkapnya.

Dan dikonfirmasi terkait JAD Kaltim, Teddy menegaskan, wilayah PPU masih bersih akan adanya kelompok JAD. bahkan pihaknya sudah menyebar sejumlah persopnil polres untuk melakukan indentifikasi dini, akan adanya gerak-gerik kelompok tersebut.

“Yang pasti di PPU tidak ada, oleh sebab itu kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang,” tutupnya. (fricilea/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.