Pemkab Dinilai Tidak Fokus Tuntaskan Bendungan Lawe – Lawe

Ketua LPM Kelurahan Lawe – Lawe , Alfian berpose dengan latar belakang bendungan Lawe – Lawe yang kini dihentikan pekerjaannya sehingga warga tiga RT di Kelurahan tersebut terancam bencana banjir akibat luapan air dari bendungan itu 

Alfian : Proyek Dihentikan Warga Terancam Banjir

PENAJAM (NK) – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) dinilai tidak fokus untuk menuntaskan pembangunan bendungan Lawe – Lawe di Kelurahan Lawe – Lawe, Kecamatan Penajam, Kabupaten  PPU, meskipun sudah 10 tahun dikerjakan. Hal ini diungkapkan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Lawe – Lawe , Alfian kepada newskaltim.com, Kamis (30/8/2018).

Dibeberkannya, karena dihentikan proyek bendungan Lawe – Lawe tersebut oleh Pemkab PPU, saat ini warga ketakutan dengan acaman banjir yang bakal melanda pemukiman warga di RT 01, 04 dan RT 05 ketika hujan turun, pasalnya air sudah tidak lagi tertampung dan langsung mengarah pemukiman warga, akibat lahan telah dijadikan bendungan.

Pintu bendungan itu kan berhadapan dengan pemukiman warga, apabila hujan dan air tidak bisa tertampung lagi maka meluap ke pemukiman, jelas warga yang menjadi korban seperti tahun ini telah dua kali terkena banjir,” katanya.

Dikatakannya, warga sudah sangat trauma dengan bencana banjir, sebab  sudah dua tahun terakhir ini banjir yang terjadi cukup besar, hal itu diduga karena  pembangunan bendungan tersebut.

“Kami sangat menyayangkan dihentikan pembangunan bendungan Lawe- Lawe oleh Pemkab PPU melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), padahal progress kegiatan telah mencapai 85 persen. Saya pernah menanyakan hal ini ke pemerintah, namun hal itu disebabkan kendala anggaran,”tukas Alfian.

Ia berharap, agar bendungan ini bisa dirampungkan, kalau APBD PPU tidak cukup tentunya bisa diusulkan ke provinsi agar mendapatkan bantuan keuangan dari APBD Provinsi bahkan jika perlu hingga bantuan APBN.

“Kalau bendungan itu tidak segera diselesaikan, jelas masyarakat Lawe – Lawe sangat khawatir terutama mereka yang berdomisli di bantaran sungai, bakal terkena dampak langsung dari meluapnya sungai Lawe – Lawe,”ujarnya.

Untuk diketahui, Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum PPU, Supardi menuturkan, proyek bendungan Lawe – Lawe terpaksa dihentikan karena terkena anggaran yang dimiliki Pemkab PPU.

“Kami terpaksa hentikan pembangunan bendungan itu karena terkendala anggaran, bahkan hingga kini Pemkab masih memiliki kewajiban hutang dengan pihaknya ketiga pelaksaan proyek sebesar Rp90 miliar dari total anggaran pembangunan mencapai Rp100 miliar lebih,”tuturnya.

Meskipun demikian, lanjutnya, pihaknya berupaya agar pembangunan bendungan tersebut bisa dilanjutkan dengan dibiayai APBN. Usulan pun telah disampaikan harapannya upaya ini disetujui oleh pemerintah pusat.(nav/nk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.