Penggiling Padi Lokal PPU Dukung Program Pemerintah Pusat
PENAJAM (NK) – Indonesia adalah negara agraris karena sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian dan perekonomiannya sangat bergantung pada hasil pertanian. Dan peran para pelaku usaha penggilingan padi lokal di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ikut mendukung program pemerintah pusat dalam swasembada pangan.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah mengeluarkan Intruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 perihal Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk mendukung Swasembada Pangan.
Dalam mendukung program pemerintah Pusat mewujudkan Swasembada Pangan di wilayah Indonesia, Bulog selaku Operator Investasi Pemerintah (OIP) yang bertujuan mengelola dan mengamankan cadangan pangan strategis pemerintah, Guna mewujudkan program Pemerintah Pusat Bulog memperkuat kemitraan dengan para Penggiling Padi lokal di tingkat Kecamatan. Penggilingan Padi lokal berperan penting sebagai jembatan antara petani dan Bulog. Sejumlah penggilingan padi lokal kini berperan penting dalam menjaga ketersediaan beras sekaligus memperkuat pasokan untuk Perum Bulog.
Salah satu pemilik penggilingan, Sumarni, Senin (25/8/2025) mengatakan pihaknya setiap hari mampu menggiling 4 – 5 ton gabah dari Petani setempat dan telah mengasilkan sekitar kurang lebih 100 Ton selama bermitra dengan Bulog dan mendapatkan kuota sebanyak 140 ton gabah yang akan dilakukan penggilingan.
Dengan adanya program Swasembada Pangan oleh Pemerintah pusat mengakibatakan harga gabah saat ini menjadi lebih stabil. Harga Gabah Panen Kering (GPK) sebesar Rp. 6.500 denganbingkos penggilingan sebesar Rp. 2.500 per kilogram serta biaya akomodasi sebesar Rp. 130.000 per ton.
Selain itu penentuan kualitas padi dapat dilihat dengan cara membandingan beras dengan menir, padi yang dapat dikatakan normal memiliki perbandingan kualitas yang cukup baik sebesar 70 peraen beras dan 30 persen menir.
Aipda Ahmad Kurniawan, S.H. selaku PS. Kanit 2 Sat Intelkam Polres PPU saat bertemu dengan Sumarni selaku Pemilik Penggilingan Padi di wilayah Desa Bangun Mulya Kecamatan Waru Kabupaten Penajam Paser utara menghimbau kepada Sumarni selaku pemilik Penggilingan Padi di wilayah Kecamatan Waru agar dapat membantu pemerintah dalam hal mewujudkan Swasembada Pangan yang termuat dalam program Pemerintah Asta Cita dan menjaga ketersediaan beras sekaligus memperkuat pasokan di wilayah Kabupaten PPU.
Dalam hal ini Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara,S.I.K, M.M., M.Tr. SOU melalui Kasat Intelkam Polres PPU AKP Agus Suwito, S.H. yang diwakilkan oleh Aipda Ahmad Kurniawan, S.H. selaku PS. Kanit 2 Sat Intelkam Polres PPU melakukan penyerahan secara simbolis berupa Terpal Plastik merek Puma dengan ukuran 6 x 8 sebanyak 3 lembar dan Terpal Plastik merek Puma dengan ukuran 3 x 4 sebayak 1 lembar guna membatu meningkatkan hasil produksi beras dan menjaga ketersediaan beras.
“Kami menghimbau agar bersinergitas dengan pihak Kepolisian khususnya Polres PPU dalam memelihara situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten PPU serta mendukung Program Pemerintah Swasembada pangan serta mendukung Pembangunan Ibu Kota Nusantara,” pintanya. (nk1)

