Petani PPU Hadapi Sejumlah Tantangan
PENAJAM (NK) – Kabupaten Penajam Paser Utara merupakan salah satu daerah di Kalimantan Timur yang memiliki potensi pertanian sawah yang cukup besar salah satunya bertempat di Kecamatan Babulu.
Sebagian besar masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara masih bergantung hidupnya pada sektor pertanian khususnya padi sebagai komoditas utama.
Namun kini kondisi para petani sawah menghadapi sejumlah tantangan mulai dari keterbatasan sarana produksi seperti pupuk dan benih unggul serta irigasi sehingga harga gabah yang tidak stabil.
Raji selaku petani sawah, Senin (1/9/2025) menyampaikan, bahwa sebagian petani sawah untuk hasil panen dengan lahan produktif seluas 4,5 Ha sehingga setiap tahunnya mencapai 60-70 karung per hektar dan untuk tahun sebelumnya bisa mencapai 90-125 karung.
Dalam mendukung program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mewujudkan Swasembada Pangan sehingga mengakibatkan, UPT Bulog mengambil harga sebesar Rp.15.000 per karung, untuk ditingkat petani sawah Harga Gabah Kering (HGK) sebesar Rp.6.500 per kilogram, sehingga tidak ada standar dalam pengambilan untuk peraturan Harga Gabah Kering (HGK), dan Harga Gabah Kering sebelumnya mencapai harga Rp.4.500-Rp.5.000 per kilogram.
Dengan adanya keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia No. 14 Tahun 2025 tentang Harga Gabah Panen Kering (HGK) petani sawah meningkat sehingga dapat membantu pendapatan petani di wilayah Kabupaten PPU.
Aipda Ahmad Kurniawan, S.H selaku PS. Kanit II Sat Intelkam Polres PPU saat bertemu dengan Sdr. Raji selaku petani sawah di Kec. Babulu menghimbau kepada Sdr. Raji agar dapat membantu Pemerintah dalam mewujudkan Swasembada Pangan yang termuat dalam program Presiden Republik Indonesia serta memperkuat pasokan di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.
Dalam hal ini Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara, S.I.K.,M.M., M.Tr.SOU melalui Kasat Intelkam Polres PPU AKP Agus Suwito, S.H. yang diwakilkan oleh Aipda Ahmad Kurniawan, S.H. selaku PS. Kanit II Sat Intelkam Polres PPU melakukan penyerahan secara simbolis berupa Pupuk Mutiara sebanyak satu karung dengan total 50 Kg dan Obat Rumput merk Roundup sebanyak empat Botol guna untuk meningkatkan hasil petani sawah serta menjaga ketersediaan ketahanan pangan.
“Kami menghimbau agar para petani bersinergitas dengan pihak Kepolisian khususnya Polres PPU dalam memelihara situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara serta mendukung program Presiden RI dalam mewujudkan Swasembada Pangan dan mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN),” pungkasnya. (nk1)

