HEADLINEPPUTNI - POLRI

Polres PPU Beri Bantuan Alat Kebersihan Ke Paguyuban Pasar Induk Penajam

PENAJAM (NK) – Polres Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) berikan bantuan alat kebersihan kepada Paguyuban Pasar Induk Penajam berupa  tujuh unit Artco, lima unit tong sampah, lima buah sapu lidi,  10 buah sapu ijuk, lima unit sekop dan lima unit cangkul.

Penyerahan bantuan itu dilakukan pada Selasa (14/2/2023) bertempat di Pasar Induk Penajam Kelurahan Nenang Kecamatan Penajam, PPU, oleh Kapolres PPU AKBP Hendrik Eka Bahalwan, S. H., S.I.K. melalui Kasat Intelkam Polres PPU AKP Juwadi diwakilkan Kanit II Sat Intelkam IPTU Hartono, diberikan kepada Ketua Paguyuban Pasar Induk Penajam H. Abdul Karim.

Pada kesempatan itu, IPTU Hartono mengharapkan, agar bantuan itu dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dalam hal menjaga kebersihan di Pasar Induk Penajam Kelurahan Nenang Kecamatan Penajam, PPU itu.

“Saya juga meminta kepada H. Abdul Karim untuk dapat bersinergi dengan pihak Kepolisian khususnya Polres PPU dalam memelihara situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara,” pintanya.

Pada kesempatan itu, H. Abdul Karim menerangkan, Pasar Induk Penajam yang merupakan salah satu pasar tradisional modern di Kabupaten PPU yang memiliki bangunan cukup megah dan tertata rapi sehingga transaksi jual beli antar pedagang dan konsumen dapat berjalan dengan baik.

Di Pasar Induk yang beralamat di Kelurahan Nenang Kecamatan Penajam ini dibangun pada tahun 2012 dan selesai hingga diresmikan pada 14 Oktober 2014, memiliki luas lahan 5,1 Ha dan luas bangunan 1,5 Ha, pasar Induk Penajam memiliki 188 Kios, 84 Los Kering dan 400 Basah dengan ukuran masing-masing Kios seluas 3,3 M kali 3,3 M dan ukuran Los 1,8 M kali 1,8 M.

“Untuk meningkatkan kesejahteraan dan kelangsungan transaksi jual beli antara pedagang dan konsumen, di pasar Induk Penajam terdapat beberapa permasalahan pada umumnya seperti kebersihan dan tata pola atur letak pedagang yang dapat memicu keributan sesama pedagang di Pasar Induk Penajam,” bebernya.

Dikatakannya, UPT Pasar Induk Penajam telah berupaya untuk menghimbau kepada para pedagang untuk dapat berjualan di kios atau petak masing-masing yang telah disediakan oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini pengawasan UPT Pasar Induk yang mana saat ini kerap kali pedagang berjualan di lorong-lorong pasar yang dapat mengganggu transaksi jual beli pedagang dan konsumen lainnya.

“Selain dapat mengganggu kelancaran transaksi jual beli, pedagang yang berjualan di lorong-lorong Pasar Induk juga dapat membuat Pasar menjadi kotor dan membuat keributan antar pedagang karena dianggap menghalangi pedagang yang ada di belakangnya dari para pembeli,” tuturnya.

Abdul Karim mengatakan, mengatasi masalah ini Paguyuban Pasar Induk Penajam bersama UPT Pasar Induk, telah berupaya melakukan himbauan serta pengurangan terhadap pedagang yang masih berjualan di lorong-lorong pasar tidak pada kios yang telah disediakan.

“Kami meminta kepada Kepolisian dalam hal ini Polres PPU untuk bersama-sama memberikan himbauan serta teguran kepada para pedagang yang masih berjualan di lorong pasar, agar keberlangsungan transaksi jual beli jadi tertib dan damai,” sebutnya.

Terdapat program-program yang saat ini telah lakukan oleh Paguyuban Pasar Induk Penajam salah satunya terkait masalah kebersihan di seputaran Pasar Induk Penajam.

“Program itu berupa kerja bakti atau gotong royong yang dilaksanakan setiap Jumat di Pasar Induk Penajam,” pungkasnya. (nk1/*)