Polres PPU Minta Petani Kelapa Dalam Jaga Hasil Produksi
PENAJAM (NK) – Pohon kelapa adalah tanaman dengan nama latin Cocos nucifera L merupakan tanaman asli daerah tropis yang dapat tumbuh subur dengan pembudidayaan. Kelapa banyak ditemukan di seluruh Indonesia, mulai dari daerah pantai yang datar hingga daerah pegunungan yang tinggi.
Indonesia merupakan penghasil kopra atau daging buah yang dikeringkan sebagai negara penghasil kedua terbesar di dunia setelah Filipina, sehingga pohon kelapa memegang peranan penting bagi perekonomian di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Penajam Paser Utara (PPU), AKBP Supriyanto, SIK. M.Si melalui Kasat Intelkam AKP Juwadi SH, diwakilkan PS. Kanit 2 Sat Intelkam, Bripka Dichi Agus Diputra, Sabtu (15/3/2025) menyampaikan, agar petani kelapa di PPU dapat menjaga dan meningkatkan hasil produksi kelapa dalam serta tidak melakukan alih fungsi lahan mengingat permintaan ekspor kelapa yang tinggi dari negara luar.
Dibeberkannya, di Kabupaten PPU terdapat 1.533 orang petani kelapa dalam tersebar di empat Kecamatan dengan luasan tanam mencapai 4.229 Hektar dan hasil produksi 1.483 ton.
Selain itu, tambahnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan juga telah mengungkapkan, bahwa Indonesia sedang mengalami krisis kelapa yang disebabkan oleh tingginya permintaan kelapa dari negara China.
“Bahkan kata bapak Menko Zulkifli Hasan, kelapa Indonesia banyak diolah menjadi santan yang kini semakin populer di negara China sebagai alternatif susu, untuk menggantikan susu sebagian masyarakat China membikin kopi menggunakan santan,” ujarnya saat bersilaturahmi dengan seorang petani kelapa dalam PPU bernama Dullah, .
Dengan adanya krisis kelapa yang melanda Indonesia khususnya di Kabupaten PPU, maka pihaknya menemui warga bernama Dullah yang merupakan seorang petani kelapa dalam yang beralamat di Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam, PPU.
“Dalam silaturahmi ini kami meminta agar para petani kelapa dalam dapat bersinergi dengan Kepolisian dalam hal ini Polres PPU, guna memelihara situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif serta mendukung program pemerintah dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara,” tegas Dichi.
Pada kesempatan itu, Dullah menerangkan, ia telah menjadi petani kelapa dalam sekitar 20 tahun lamanya, dan memiliki lahan seluas kurang lebih 5 hektar tersebar di Kelurahan Tanjung Tengah, Penajam.
Diakuinya, beberapa tahun terakhir ini hasil produksi kelapa dalam mengalami penurunan, kondisi ini dikarenakan pohon kelapa sangat sensitif terhadap kondisi lingkungan. Perubahan iklim menimbulkan ancaman yang signifikan terhadap budidaya kelapa ini.
Lalu, tambahnya, meningkatnya suhu, pola curah hujan yang tidak menentu dan kejadian cuaca ekstrim, berdampak meningkatkan pada kerentanan perkebunan kelapa karena adanya hama, penyakit sehingga terjadi penurunan produktivitas.
“Kondisi krisis kelapa ini, kami meminta agar pemerintah dapat memperhatikan para petani kelapa dalam untuk dapat menjaga ketersediaan dan meningkatkan produksi kelapa dalam di PPU,” pintanya.
Pada kesempatan itu, Kapolres PPU dan Kasat Intelkam, melalui Bripka Dichi memberikan bantuan berupa pupuk NPK dan Urea secara simbolis kepada Dullah. (nk1)

