PWI Papua Desak Polisi Ungkap Pelaku Teror Wartawan Jubi

JAYAPURA (NK) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Papua mendesak Kapolda Papua segera mengungkap pelaku teror terhadap wartawan tabloid Jubi, Viktor Mambor. Kasus intimidasi dan teror yang terjadi pada Rabu (21/4/2021) dini hari itu harus mendapat penanganan khusus dari aparat penegak hukum. Hal ini ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Papua, Hans Bisay dalam siaran persnya.

PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA (PWI)

Dikatakannya, PWI Papua mencatat kasus kekerasan, intimidasi wartawan di Papua dari waktu ke waktu terus meningkat. Ironisnya, sebagian besar kasus-kasus kekerasan dan teror terhadap jurnalis, tidak pernah terungkap pelakunya.  Apabila kasus teror terhadap wartawan Viktor Mambor ini tidak juga terungkap pelakunya, maka akan menjadi preseden buruk bagi kebebasa pers di Tanah Papua

“Makanya PWI Papua mendesak aparat penegak hukum mengusut kasus ini secara tuntas dan membawa pelakunya ke peradilan untuk mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya,” tegasnya.

Mobil korban yang dirusak orang tak bertanggungjawab

PWI Papua mengingatkan, kepada semua elemen masyarakat di Papua untuk menghormati dan menghargai karya jurnalistik. Apabila ada pemberitaan atau informasi yang disampaikan wartawan tidak berkenaan, maka pihak-pihak yang merasa dirugikan bisa menggunakan Hak Jawab dan Koreksi sesuai Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

“Jangan gunakan cara-cara yang tidak demokratis dan menghambat kebebasan pers. Dalam kasus intimidasi dan teror terhadap Viktor Mambor, PWI Papua melihat adanya upaya menghambat kerja-kerja jurnalistik,” sebutnya.

Untuk itu, bebernya, PWI Papua menyatakan sikap, pertama mengingatkan seluruh elemen masyarakat di Tanah Papua untuk menghormati dan menghargai kerja-kerja jurnalistik. Bahwa profesi wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh Undang-undang, Kode Etik Jurnalistik, dan regulasi lain yang sah di NKRI.

“Lalu kedua Meminta Aparat Penegak Hukum Mengungkap dan Menindak Pelaku Teror Terhadap Wartawan Jubi, Viktor Mambor, secepatnya. Dan terakhir atau ketiga yakni kepada segenap wartawan di Papua agar menegakkan dan menaati Kode Etik Jurnalistik (KEJ) ketika menjalankan tugas-tugas jurnalistik. Dan Berpedoman Pada Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999,” pungkasnya. (*/NK01)