Sekjen Forum Rektor PII : Ibu Kota Nusantara, Kota Dunia Untuk Semua

BALIKPAPAN (NK) – Ibu Kota Negara (IKN) yang baru dinamakan Nusantara secara resmi dipakai sejak UU IKN Nomor 3 tahun 2022 ditanda tangani oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo pada (15/2/2022) lalu.

Sekjen Forum Rektor PII dan Rektor Universitas Balikpapan (UNIBA) Dr Isradi Zainal menjelaskan bahwa dari nama Nusantara, Pemerintah dan DPR optimistis ibu kota yang berlokasi di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar) menjadi simbol identitas Nasional. Merupakan Kota Dunia untuk semua dan menjadi penggerak ekonomi Indonesia di masa depan. saat ditemui awak media, pada Senin (13/6/2022) siang.

Isradi Zainal menerangkan, sebagai sebuah simbol identitas Nasional IKN Nusantara merepresentasikan keberagaman khas bangsa Indonesia, seperti jati diri masyarakat, karakter sosial, persatuan dan kebesaran bangsa yang mencerminkan keikhlasan Indonesia. IKN Nusantara juga di visikan menjadi Kota dunia yang berkelanjutan, smart, green, dan blue.

“Ibu Kota Negara Nusantara diupayakan untuk menjadi kota yang progresif, inovatif dan kompetitif dalam aspek teknologi, arsitektur, tata kota dan sosial dengan strategi ekonomi supersub untuk memastikan sinergi yang produktif antara tenaga kerja, infrastruktur, sumber daya dan jaringan, serta memaksimalkan peluang kerja bagi seluruh penduduk kota. Hal ini sama dalam kaitan sebagai penggerak ekonomi Indonesia di masa depan,” terangnya

 

“Kota Dunia atau Kota Global adalah kota yang menjadi simpul utama dalam jaringan ekonomi global. Istilah kota dunia muncul dalam deskripsi liverpool bulan Mei 1886, oleh the illustrated London News. Patrick Geddes menggunakan istilah kota dunia pada tahun 1915. Istilah kota global dipopulerkan oleh Sosiolog Saskia Sasken dalam karyanya the lobal City: Newyork, London, Tokyo (1991). Presiden Indonesia Jokowi menggambarkan IKN Nusantara sebagai kota yang berstandar internasional dan dilengkapi dengan fasilitas berstandar internasional. Dalam kaitan dengan kota dunia menurut UU IKN Nusantara, visi IKN dinyatakan sebagai kota dunia yang berkelanjutan atau keberlanjutan kota dunia,” tambahnya.

Selanjutnya, keberlanjutan kota dunia menurut penjelasan UU Nomor 3 tahun 2022 adalah kota yang mengelola sumber daya secara tepat guna dan memberikan pelayanan secara efektif dalam pemanfaatan sumber daya air dan energi yang efisien, pengelolaan sampah berkelanjutan, moda transportasi terpadu, lingkungan layak huni dan sehat, serta lingkungan alam dan binaan yang sinergis, yang menetapkan sebagai kota di dalam hutan (forest city).

“Untuk memastikan kelestarian lingkungan dengan minimal 75% kawasan hijau, serta rencana Ibu Kota Nusantara dijalin dengan konsep master plan. Tentu dengan tujuan berkelanjutan untuk menyeimbangkan ekologi alam, kawasan terbangun, dan sistem sosial yang ada secara harmonis,” ujarnya.

lebih lanjut Isradi menjelaskan, sebagai kota dunia untuk semua, maka IKN Nusantara mesti bermanfaat bagi warga Indonesia terutama pada masyarakat Kalimantan Timur. Agar bermanfaat bagi warga IKN atau warga lokal, maka diupayakan agar pemindahan dan pembangunan IKN tidak akan merugikan warga yang berada dikawasan tersebut, bahkan mereka mesti dibina dan diberdayakan.

“Untuk itu, diperlukan pemetaan di bidang sosial dan ekonomi masyarakat, bagi Kalimantan Timur dan Indonesia Timur, pemindahan dan pembangunan IKN menjadi trigger peningkatan ekonomi di kawasan ini dan menjadikannya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Yang pasti pemindahan dan pembangunan IKN di Penajam Paser utara dan kutai kertanegara akan menjadikan kawasan ini terbangun infrastruktur dan konektivitasnya,” harapnya.

Menurutnya, ketertinggalan sejak awal Indonesia merdeka dapat tertutupi dan akan maju secara bersama dengan kawasan Indonesia barat, pemindahan IKN ke PPU dan Kukar akan menjadikan jarak tempuh lebih dekat, baik dengan transportasi laut maupun darat. Bagi Indonesia, pemindahan IKN ini merupakan jawaban bagi penyelamatan Jakarta sebagai ‘the sinking city’.

“Pemindahan ini juga akan meminimalisasi kerugian akibat macet, polusi, dan banjir di Jakarta, pemindahan IKN ke lokasi di luar Jawa merupakan jawaban untuk pemerataan, keadilan dan penyelamatan. Penduduk yang selama ini terkonsentrasi di Jawa akan terurai dengan adanya Ibu Kota Nusantara, begitu juga dengan pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Pemindahan IKN setidaknya akan menyelamatkan lahan subur pulau Jawa yang semakin lama tergerus dengan pembangunan perumahan,” ujarnya.

Bagi dunia pemindahan dan pembangunan IKN tidak akan mengganggu posisi Kalimantan sebagai paru paru dunia. Pembangunan IKN tidak akan merusak hutan yang ada bahkan menurut rencana pemerintah, Ibu Kota Nusantara adalah Smart, Green, Blur, Forest dan Sustainable city.

“Konsep ini adalah jaminan bagi kebermanfaatan IKN bagi dunia. Pemindahan IKN ke Kaltim akan mendorong makin berfungsinya dan terbangunnya fasilitas Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang sangat potensil untuk jalur transportasi laut bagi dunia dan Indonesia, tutupnya. (Ba/NK2)