
SNT 3 IKN Terapkan Tiga Pilihan Ekstrakurikuler Wajib
PENAJAM (NK) – Robotik, Pramuka, dan pencak silat ditetapkan sebagai tiga dari enam belas kegiatan ekstrakurikuler pilihan wajib bagi siswa di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 3 Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini bertujuan mengembangkan keterampilan, minat, dan bakat peserta didik melalui pendampingan pelatih profesional.
Hal ini dikatakan, Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, Selasa (13/10/2026) ia menegaskan, ketiga kegiatan tersebut telah didukung tenaga pelatih yang direkrut melalui proses seleksi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Para pelatih merupakan mereka yang lulus seleksi Kemendikdasmen dan merupakan putra putri di delineasi, dan wilayah penyangga IKN,” ujarnya saat menerima para pelatih ekstrakurikuler di SNT 3 IKN.
Ia menerangkan, para pelatih di SNT 3 IKN berasal dari daerah sekitar kawasan IKN. Pelatih pramuka, sebagian besar berasal dari Desa Telemow, wilayah delineasi IKN, ada juga dari Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Sementara itu, pelatih pencak silat berasal dari Samboja dan telah mengikuti proses seleksi.
Ia mengatakan, kegiatan ekstrakurikuler itu tidak seharusnya hanya menjadi pelengkap proses pembelajaran atau sekadar memenuhi administrasi pendidikan. Karena, setiap kegiatan perlu memiliki program latihan, target, serta capaian yang terukur.
“Kita punya harapan, SNT bukan hanya bertugas meluluskan anak-anak, tetapi juga mencetak kader bangsa, baik dalam aspek akademis maupun nonakademis, termasuk seni dan kepanduan. Keterlibatan instruktur profesional dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih berkualitas kepada siswa,” sebutnya.
Sehingga, lanjutnya, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan dasar, tetapi juga berkesempatan mengembangkan kemampuan hingga mencapai prestasi.
Untuk diketahui, lanjutnya, hal serupa telah diterapkan di SMP Negeri 21 PPU. Dimana sekolah itu terdapat sejumlah kegiatan olahraga, antara lain sepak bola, pickleball, renang, panahan, pencak silat, dan tinju, melibatkan pelatih yang memiliki kompetensi di bidangnya.
Alimuddin berharap para pelatih muda tersebut bekerja dengan penuh dedikasi serta menyusun program pembinaan yang jelas. Ia juga mendorong mereka membangun pola pikir baru dalam mendidik siswa dengan mengutamakan kebutuhan dan perkembangan anak.
“Saya berharap, pembinaan ekstrakurikuler yang terarah mampu melahirkan generasi bukan hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan nonakademis,” pungkasnya.(nk)
