
OIKN Buka Rombel hingga Kelas 6, Pendaftar SD IKN Sudah 71 Murid
NUSANTRA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) telah membuka pendaftaran Sekolah Dasar (SD) Negeri Nusantara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), mulai dibuka sejak Kamis (3/9/2026). Dan gelombang hari pertama, terdata sudah sebanyak 71 murid resmi mendaftar sebagai calon siswa kelas 1 hingga kelas 6.
Demikian dikatakan Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN Alimuddin, Kamis (3/9/2026), disebutkannya, pendaftaran tersebut masih dibuka hingga Jumat (4/9/2026). Tidak hanya menerima calon peserta didik baru, SD yang dikelola Otorita IKN (OIKN) itu juga membuka kesempatan bagi murid pindahan.
“Pendaftaran ditujukan bagi anak-anak yang sebelumnya telah terdata, termasuk anak aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di KIPP,” katanya.
Ia mengungkapkan, pendaftaran dimulai hari ini dan sampai besok. Pendaftaran bagi murid-murid yang sebelumnya sudah pernah didata, dan disamping diperuntukkan untuk anak-anak PNS atau ASN yang ada di KIPP dari berbagai lembaga atau kementerian yang ditugaskan ke Nusantara (IKN).
Berdasarkan data Kedeputian Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat (SBPM) OIKN, hingga hari pertama pendaftaran tercatat 71 murid telah masuk dalam pendataan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 27 murid merupakan pendaftar kelas 1, sedangkan 8 murid mendaftar untuk kelas 6. Jumlah tersebut diperkirakan masih bertambah hingga pendaftaran ditutup.
Sekolah tersebut berstatus negeri dan berada tepat di sebelah gedung SMP Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) IKN, tidak jauh dari Qubika Boutique Hotel.
Meski berstatus sekolah negeri, OIKN menyiapkan konsep pengelolaan yang diharapkan memiliki kualitas layanan seperti sekolah swasta unggulan. Sistem pembelajaran juga akan mengadopsi pendekatan yang diterapkan di lingkungan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Alimuddin mengatakan, masyarakat yang tinggal di sekitar KIPP juga tetap mendapat kesempatan mengakses sekolah tersebut. Di antaranya masyarakat dari Kelurahan Pemaluan dan Bumi Harapan.
Menurut dia, salah satu fokus utama OIKN adalah memastikan anak-anak yang tinggal di kawasan IKN dan sekitarnya mendapatkan akses pendidikan berkualitas.
“Insya Allah kualitasnya adalah kualitas nasional plus plus,” ujar Alimuddin.
Salah satu upaya yang disiapkan adalah melalui perekrutan tenaga pendidik dengan standar kualitas yang lebih tinggi. OIKN tidak membatasi latar belakang guru hanya pada lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), sepanjang memenuhi standar kompetensi dan memiliki sertifikat pendidik atau persyaratan mengajar.
“Guru-guru yang akan direkrut untuk sekolah dasar tidak terfokus kepada misalkan harus PGSD gitu ya. Bebas, sepanjang memiliki kualitas dan tentu sertifikat pendidik atau mengajar,” terangnya.
Oleh karenanya dalam rangka rekrutmen guru, Kemendikdasmen juga akan membantu Otorita IKN.
“Tidak lain dan tidak bukan harapannya adalah agar kualitas anak-anak kita, khususnya yang berada di KIPP dan sekitarnya Itu mendapatkan akses kemudahan akses pelayanan pendidikan yang berkualitas. Harapan kita sekolah ini, juga baik yang sekolah dasar negeri Nusantara, dan SNT yang sudah ada itu menjadi juga daya tarik bagi ASN-ASN yang akan dipindahkan atau akan pindah atau akan ditugaskan oleh kementeriannya di Nusantara,” tandas Alimuddin.
Sementara itu, jika dalam satu tingkatan kelas hanya terdapat murid di bawah 5 orang, Otorita IKN tetap akan menerima.
“Kita akan terima, kasihan kalau anak-anak masih kecil, tentu perlu kehadiran orang tua baik ibu maupun bapaknya,” ucap Deputi.
Dijelaskan pula, setidaknya ada tiga hal penting yang menjadi pertanyaan ketika orang akan pindah ke suatu tempat, tak terkecuali ke IKN. Pertama adanya sekolah untuk anak-anaknya, bagi yang sudah punya anak. Kemudian rumah sakit, serta pasar sebagai tempat pemenuhan dapurnya.
Otorita IKN menyukuri, secara perlahan pemenuhan ekosistem di Ibu Kota Nusantara perlahan mulai lengkap terbangun.
“Sudah ada sekolahnya SMP dan SMA. Di KIPP juga ada Taruna Nusantara. Ada rumah sakit rumah sakit dan juga ada puskesmas termasuk pasarnya juga sudah ada. Dengan adanya daya dukung seperti ini kita berharap kekhawatiran ASN kita untuk pindah ke Ibu Kota Nusantara tidak terjadi karena kita akan menyiapkan layanan pendidikan yang berkualitas,” pungkas Alimuddin. (nk)
