ADVERTORIAL - PARLEMENTARIABorneoDPRD PPUHEADLINEKaltimPPU

Taufiq Minta Pemkab PPU Segera Cari Solusi Kelangkaan Pupuk Bagi Petani

PENAJAM (NK) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Taufiq Yohansyah terus mengingatkan Pemkab PPU untuk segera mengatasi kelangkaan pupuk. Sebab hingga saat ini masih saja kerap ditemui petani yang kesulitan mendapatkan pupuk subsidi.

Ia mengungkapkan keperihatinannya terhadap kondisi para petani di Babulu yang mengalami kendala dalam memperoleh pupuk. Jika hal ini terus terjadi, maka bisa mengancam keberlangsungan usaha mereka yang selama ini berkontribusi untuk pemenuhan pangan daerah.

“Saya ingin masyarakat yang bergelut di bidang pertanian ini nyaman dalam bertani. Saya sangat senang memerhatikan nelayan dan petani,” ujarnya, Sabtu (17/2/2024).

Menurutnya, permasalahan utama yang dihadapi petani di Babulu adalah ketersediaan pupuk. Hal ini berimplikasi selama musim kemarau sebelumnya, kondisi kekeringan juga berdampak signifikan pada produktivitas pertanian, mengingat air sangat berperan dalam pertanian.

“Problemanya para petani di Babulu ini jelas pupuk. Sama seperti kemarau kemarin, air juga sangat berpengaruh karena kering kerontang,” sebut Taufiq.

Ia menjelaskan bahwa permasalahan pupuk tidak hanya terkait dengan ketersediaan di pasaran, tetapi juga terkait dengan distribusi dan stok yang tidak memadai. Ia menyebutkan bahwa para petani bersedia membeli pupuk jika stoknya cukup, namun saat ini stok pupuk di pasaran sangat terbatas.

“Artinya begini, masalah pupuk inikan permainan di pabriknya. Kalau mau beli semua petani siap saja membeli kalau stoknya ada, nah sekarang masalahnya kan stoknya tidak ada,” ungkapnya.

Selain itu, Taufiq Yohansyah juga mencatat bahwa subsidi pupuk tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan para petani. Ia menilai bahwa Dinas Pertanian pun menghadapi keterbatasan dalam menangani masalah ini. Ia menekankan perlunya sensibilitas yang tinggi dari pemerintah daerah, khususnya Bupati, terhadap permasalahan petani. Ia berharap agar solusi yang efektif dapat ditemukan untuk mengatasi krisis pupuk yang sedang dihadapi para petani di Babulu.

“Subsidi pupuk juga enggak ada, dari mana mau disubsidi, Dinas Pertanian pun enggak bisa bergerak terkait masalah pupuk ini,” pungkasnya. (ADV)