Tiap Paslon Bupati PPU Harus Satu Persepsi Sukseskan Pilkada

Sekda PPU, H Tohar saat menyampaikan materi terkait tupoksi Desk Pilkada dimana diharapkan, masing – masing Paslon satu presefsi menjaga kelancaran selama pelaksanaan pilkada berlangsung hingga berjalan kondusif

PENAJAM (NK) – Tiga Pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati yang menjadi perserta Pilkada di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tahun 2018 harus memiliki persamaan presefsi mensukseskan pelaksanaan Pilkada.

Hal ini diungkapkan Sekda PPU, H. Tohar saat menyampaikan materi dalam kegiatan Rembug Pilkada Damai Tahun 2018 yang dilaksanakan Kejaksaan Negeri (Kejari) PPU bersama Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten PPU, Senin (23/4/2018).

Kegiatan dihadiri antara lain, Dandim 0913/PPU, Letkol.Czi.Dwi Imam Subagiyo, Kapolres PPU, AKBP Sabil Umar, Kepala Kejari (Kajari)  PPU, Darfiah SH. MH, Assisten I Setkab PPU Suhardi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU Andi Darul, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) PPU, Rahman Nurhadi,Wakil Ketua MUI PPU Ashari, Ketua KPU PPU, Feri Mei Efendi, Ketua Panwaslu PPU Daud Yusuf, Timses Paslon Pilbup. Selain itu, juga dihadiri para siswa KKLDN Study Wilayah Pertahanan Pasis Dikreg LVI Seksoad TA 2018 yang berjumlah 21 orang.

Dalam pelaksanaan pilkada masing-masing paslon harus memiliki persamaan presefsi yang bertujuan untuk menjaga kelancaran selama pelaksanaan pilkada berlangsung hingga berjalan kondusif,”ujar Tohar.

Sementara itu, sebelum membuka kegiatan Kajari  PPU, Darfiah SH. MH dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan dari Panwaslu dan difasilitas oleh kejaksaan sebagai tindaklanjut MoU antara pihaknya dengan Panwaslu baru baru lalu.

“Kami berharap Pilkada tahun ini berjalan sukses dan damai. Untuk diketahui dalam pelaksaan Pilkada ini, kami di Kejaksaan telah menjalankan kegiatan proses penegakan hukum sesuai dengan keterlibatan kami pada  Gakkumdu Pemilu.

Ia berharap berharap, kegiatan ini dapat membawa kedamaian dan kondusifitas, selain itu juga sebagai media apabila ada hal yang perlu dibicarakan oleh masing-masing apalagi menjelang puasa sehingga tidak menimbulkan perbuatan gaduh.

Menurutnya, masyarakat PPU cukup sadar dalam pesta demokrasi untuk menjaga ketertiban dan keamanan bersamaan.

Pada kesempatan sama Sekretaris Panwaslu PPU, Wahidin menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari MoU antara Panwaslu PPU dan Kejaksaan Negeri Penajam guna membangun sinergitas demi mewujudkan Pilkada damai 2018.

“Ini kegiatan bersama, karena kami dengan Kejakri sudah melakukan MoU dalam proses Pilkada 2018,”ungkapnya.

Kegiatan juga dirangkai penandatangan MoU tentang kesepakatan menyalurkan zakat, infaq, wakaf dan shadaqah disalurkan melalui BASNAS dan bantuan untuk korban bencana alam melalui BPBD PPU, tetapi hanya dua tim Paslon yakni Paslon Bupati – Wabup nomro 1 Drs. Mustaqim MZ MM –  Sofyan Nur (Mustika) dan Paslon nomor urut 2 H. Andi Harahap – Fadly Imawan (AHLI) sementara tim Paslon nomor urut tiga Abdul Gafur Masud – H. Hamdam (AGM-Hamdam) tidak bersedia menandatangani MoU tersebut. .(nav/nk)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.