ADVERTORIAL - PARLEMENTARIABorneoHEADLINEKaltim

Tingkat Literasi dan Minat Baca Rendah, Rusmuliyadi : Harus Ada Kesadaran Diri

SAMARINDA (NK) – Setiap tahunnya, Perpustakaan Nasional RI merilis Laporan Hasil Kajian Kegemaran Membaca Masyarakat Indonesia untuk mengukur perkembangan minat literasi.

Di tahun 2023, Nilai indeks tingkat kegemaran membaca (TGM) masyarakat Indonesia adalah 66,77 poin (sedang), sedikit meningkat dari tahun lalu yang hanya memperoleh nilai 63,90 poin.

Sebagai informasi, indikator perilaku membaca yang dipertimbangkan dalam penilaian tingkat kegemaran membaca (TGM) adalah berdasarkan Frekuensi membaca, Durasi membaca, Banyaknya buku yang dibaca, Frekuensi mengakses internet dan Durasi mengakses internet.

Berdasarkan penilaian diatas, berikut ini adalah provinsi yang penduduknya paling gemar membaca diukur dari indikator TGM:
Yogyakarta: 73,27, Jawa Tengah: 71,31, Jawa Barat: 70,47, Jakarta: 69,94, Jawa Timur: 69,78, Kalimantan Utara: 69,31, Kalimantan Timur: 68,46, Sumatera Barat: 68,46, Sulawesi Selatan: 68,20, Jambi: 68,10

Menanggapi hal tersebut, Sub koordinator kepemimpinan kepeloporan dan kemitraan pemuda Dispora Kaltim, Rusmuliyadi mengatakan bahwa untuk meningkatkan literasi dan minat baca harus dimulai dari diri sendiri. (01/11/2024)

Untuk itu, pihaknya pada setiap kesempatan dalam pelatihan pelatihan yang dilakukan oleh dispora kan akan sampaikan data secara statistik, bahwa minat baca Indonesia masih di rangking bawah. Sehingga Dispora akan mengajak pemuda untuk Tingkatkan minat baca.

“Kebiasaan-kebiasaan kecil yang jarang di punyai oleh teman-teman pemuda atau teman-teman usia sekolah adalah membeli buku satu setiap bulan, kalau nggak sanggup membeli buku, minimal membaca 1 buku setiap bulan,” ujarnya.