Yusran Ajak Seluruh Masyarakat PPU Lawan Teroris

Pemusnahan ribuan botol Miras di Mapolres PPU


PENAJAM (NK)  – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) H Yusran Aspar, mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersatu melawan aksi teroris yang baru baru lalu melakukan aksi kejinya di beberapa wilayah Indonesia, serta memberantas penjualan minuman keras (Miras), memerangi peredaran narkoba. Demikian dikatakannya usai pemusnahan miras di  Mapolres PPU, Senin (14/5/2018).

Saya menghimbau kepada masyarakat dan generasi muda PPU untuk tidak mengkonsumsi miras dan narkoba, kita minta seluruh lapisan masyarakat juga bekerjasama mencegah perdagangan Miras, Penyalahgunaan Narkoba dan melawan aksi terorisme, jangan kita semua persoalan keamanan hanya dilimpahkan kepada pemerintah dan aparat keamanan saja, karena jumlah personel kita terbatas,”pintanya.

Yusran menganggap, kegiatan miras, narkoba bahkan aksi terori tersebut tak ada gunanya, seperti miras oplosan yang akibatnya menyusahkan orang lain. Bahkan ia mengutuk aksi peledakan bom yang terjadi akhir-akhir ini.

Menurutnya,  aksi-aksi bom bunuh diri tersebut adalah tindakan aneh, mengapa harus perang dengan bangsa sendiri, kalau mau perang perangi pemasok narkoba itu, bunuh dengan niat fisabilillah, kalau itu dilakukan patut diacungi jempol, itu baru militan namanya, ini militan apa kalau membom yang mengakibatkan terbunuhnya orang-orang tidak berdosa.

“Sesama kita kok membunuh, menurut saya itu adalah biadab, untuk mengantisipasi supaya hal serupa jangan terjadi di  PPU tentu harus dimulai dari kesadaran dan pendidikan tentang  wawasan nusantara dan wawasan kebangsaan, keberadaan kita memang berbeda dan kita tidak bisa dijadikan satu model, sebagai kepala daerah, saya menyadari betul bahwa banyak diantara sesame kita terkadang ada yang saling benci itu wajar, tapi janganlah  kita menebar kebencian, apalagi dengan cara-cara yang salah, tidak bisa kita ini sama model, kepala jumlahnya ribuan tidak mungkin kita bisa sama, lain kepala lain isinya,” tukas dia.

Dikesempatan yang sama Kapolres PPU AKBP Sabil Umar mengatakan, berhubungan dengan aksi peledakan bom, jauh sebelumnya pihak kepolisian telah melakukankegiatan pengamanan, setiap minggu pagi baik Polri maupun TNI selalu melakukan patrol full time.

“Kita melakukan pengamanan di setiap gereja-gereja, kita tahu bahwa setiap Minggu pagi itu anggota Polri dan anggota TNI sudah melakukan pengamanan dan kita juga melaksanakan patroli di gereja-gereja, jadi kita insya Allah sudah antisipasi dari jauh-jauh hari,”ungkapnya.

Sabil Umar menghimbau, kepada seluruh pengurus gereja yang ada, kalau seandainya ada melihat atau mengalami hal-hal yang mencurigakan, segeralah memberitahukan kepada aparat, baik dari TNI maupun Polri, silahkan koordinasi dengan Kelurahan dan kepala desa, berikan informasi kepada Babinsa, Babinkantibmas yang ada diwilayah keluraha/daesa.

Ia mengajak, agar komponen masyarakat saling memberikan informasi, kalau seandainya disatu wilayah, terdapat warga pendatang baru yang belum melaporkan keberadaannya maka segera disampaikan kepada Ketua RT atau kelurahan dan kepala desanya, atau kepada Babinsa maupun kepada Babinkantibmas yanga ada.

“Kita saling menjaga  saling memantau dan saling memperhatikan, kita tidak ingin tindakan radikalisme terjadi di wilayah kita, terkait keberadaan pendatang baru kita sudah melakukan kordinasi dengan Dinas Dukcapil dengan kegiatan KKYD seperti yang dilaksanakan baru-baru ini, sasarannya adalah,  miras, senjata tajam, maupun keberadaan pendatang baru yang tidak melapor kepada pihak berwenang. Demikian pula kelompok premanisme dan warga yang kumpul-kumpul  tidak jelas itu kita tanyakan, saat ini kita melakukan penebalan pengamanan di tiap-tiap gereja, kami mengerahkan minimal dua personel polisi disetiap gereja dan selebihnya kita lakukan patroli untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan,” tutup Umar (humas8/nav/nk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.