ADVERTORIAL - PARLEMENTARIABorneoDPRD PPUHEADLINEKaltimPPU

DPRD PPU Soroti Minimnya Pendampingan Petani Tambak, Dorong Perbaikan Pola Pembinaan

PENAJAM (NK) — Ketua Komisi I DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Ishaq Rakhman, menyoroti lemahnya pendampingan dan pembinaan bagi petani tambak di daerah tersebut. Menurutnya, program bantuan yang diberikan pemerintah selama ini belum efektif karena hanya fokus pada tahap awal, seperti penyaluran benih dan pakan, tanpa ada upaya berkelanjutan untuk mendampingi para petambak.

“Banyak petambak hanya mendapat bantuan awal. Setelah itu, tidak ada monitoring atau evaluasi dari instansi terkait. Akibatnya, bantuan itu tidak mampu mendukung produktivitas jangka panjang dan hanya bertahan satu siklus saja,” ujar Ishaq, Rabu (16/4/2025).

Ishaq mengungkapkan, kondisi ini terlihat nyata di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Waru dan Babulu, di mana sebagian besar tambak kini tak lagi produktif. Faktor utama yang menjadi penyebab adalah minimnya pengetahuan teknis petani serta ketiadaan penyuluhan lapangan.

“Padahal, budidaya ikan air payau seperti udang, bandeng, nila, mujair, hingga lele punya potensi besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir,” jelasnya.

Saat ini, mayoritas petani tambak di PPU masih bergantung pada budidaya bandeng yang dianggap lebih mudah, meskipun ada peluang besar untuk mengembangkan komoditas lain yang bernilai ekonomi tinggi.

Ishaq mendorong pemerintah daerah agar tidak hanya fokus pada bantuan fisik, tetapi juga memperkuat pelatihan teknis, pengembangan sumber daya manusia, dan penyediaan akses permodalan. Menurutnya, penyuluhan aktif dan rutin akan menjadi kunci menyelesaikan persoalan petani tambak, sekaligus membuka peluang usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

“Kalau pendampingan dilakukan secara konsisten, sektor perikanan di PPU punya potensi tumbuh lebih optimal dan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat,” pungkasnya. (ADV/NK)