ADVERTORIAL - PARLEMENTARIABorneoHEADLINEKaltim

Fuad Fakhruddin ungkap perlunya penambahan anggaran khusus untuk atasi banjir secara merata

SAMARINDA (NK) – Polemik banjir di kota Samarinda terus menjadi keluhan utama warga setelah sejumlah kawasan kota kembali tergenang dalam beberapa pekan terakhir.

Genangan air yang muncul baik di permukiman warga maupun ruas jalan utama menimbulkan pertanyaan publik terkait efektivitas program penanganan banjir yang selama ini dijalankan oleh pemerintah.

Seperti perbaikan drainase yang berlangsung di beberapa titik yang dinilai menjadi langganan banjir, warga menilai hasilnya belum terlihat signifikan.

Kondisi tersebut menciptakan kekhawatiran masyarakat bahwa masalah banjir akan terus berulang, terutama memasuki musim hujan dengan intensitas tinggi di kemudian hari.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Fuad Fakhruddin, menegaskan bahwa banjir masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum terselesaikan.

Ia mengakui keluhan masyarakat terkait genangan air terus mengalir setiap kali hujan turun.

“Keluhan soal banjir ini masih rutin kami terima. Memang ada progres perbaikan drainase, tetapi persoalan banjir belum teratasi secara menyeluruh,” ungkapnya pada Jumat (5/12/2025)

Fuad menilai langkah Pemerintah Kota Samarinda sudah berada pada arah kebijakan yang tepat. Namun, menurutnya, kebutuhan anggaran untuk penanganan banjir harus diperbesar agar intervensi dapat menjangkau lokasi-lokasi yang hingga kini belum tersentuh program perbaikan.

“Beberapa titik banjir belum mendapatkan penanganan signifikan karena keterbatasan alokasi anggaran. Artinya, perlu penambahan anggaran khusus agar penanganannya lebih merata,” kata Fuad.

Lebih lanjut, Wakil rakyat dapil Samarinda tersebut menekankan bahwa penanganan banjir tidak boleh dilakukan secara terpisah atau parsial. Modernisasi jaringan drainase, pengendalian sedimentasi, hingga penataan kembali aliran sungai harus dirancang sebagai program terpadu yang berkelanjutan.

“Ini masalah serius. Jika tidak ditangani secara komprehensif, banjir di Samarinda bisa semakin parah, apalagi kondisi cuaca saat ini sulit diprediksi,” ujarnya.

Pun, Fuad juga menegaskan penanganan banjir merupakan kebutuhan mendasar masyarakat dan harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Masyarakat berhak mendapatkan kepastian bahwa persoalan banjir ditangani secara serius. Dampaknya sangat besar terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan warga,” tegasnya.

Oleh karena itu, Ia berharap pemerintah dapat mempercepat langkah-langkah penanganan yang lebih konkret agar warga tidak terus dirugikan oleh persoalan banjir yang tak kunjung tuntas. (ADVERTORIAL/NK)