ADVERTORIAL - PARLEMENTARIABorneoHEADLINEKaltim

Abdul Giaz sebut sinkronisasi Pemprov dan Pemda jadi solusi efektif dalam menuntaskan masalah banjir

SAMARINDA (NK) – Persoalan banjir di sejumlah wilayah di Benua Etam telah memicu perhatian publik dan legislatif. Anggota komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Abdul Giaz, menekankan perlunya keselarasan perspektif serta sinkronisasi program antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan pemerintah kabupaten/kota (Pemda) dalam upaya penanganan banjir yang kian menjadi perhatian di beberapa wilayah Kaltim.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Masud, mendorong agar penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh, menyasar berbagai daerah terdampak, sehingga tidak hanya bersifat parsial atau terbatas pada satu wilayah tertentu.

Sementara, Giaz menegaskan pentingnya kesamaan pandangan antara pemerintah pusat dan daerah dalam konstruksi penanganan banjir.

Menurutnya, hal ini menjadi langkah krusial agar upaya penanggulangan banjir dapat berjalan efektif dan efisien.

Giaz mengatakan bahwa koordinasi yang baik membutuhkan sinkronisasi yang jelas antara Pemprov dan Pemda.

“Perlu ada sinkronisasi antar Pemprov dan Pemda (kabupaten/kota). Karena menangani banjir ini tidak kecil, butuh biaya besar,” ujarnya, Jumat (5/12/2025)

Dia menambahkan, salah satu bentuk sinkronisasi yang bisa menjadi fokus utama adalah pembagian peran yang jelas dalam mengatasi sumber-sumber banjir di setiap wilayah.

Contohnya, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menitikberatkan penanganan pada kondisi Sungai Karang Mumus, sementara Pemprov Kaltim menfokuskan upaya pada Sungai Mahakam.

“Contoh Samarinda yang fokus kepada Sungai Karang Mumus dan Pemprov Kaltim yang fokus kepada penanganan di Sungai Mahakam. Ini bisa menjadi contoh bahwa kesinambungan itu dapat mempercepat penanganan banjir,” jelas Abdul Giaz.

Giaz menilai jika sinkronisasi antara provinsi dan kabupaten/kota berjalan optimal, penanganan banjir dapat dilakukan secara terstruktur dan memberikan hasil maksimal.

Oleh karena itu, Ia menekankan pentingnya kolaborasi yang searah, di mana setiap pemerintah daerah menjalankan peran masing-masing secara jelas.

“Apalagi Karang Mumus sama Mahakam ini tidak bisa dipisahkan. Jadi sinkronisasi yang baik akan mencakup semua aspek,” imbuhnya.

Terakhir, Giaz menekankan rencana strategis yang matang dan koordinasi yang baik antar-pemda akan menentukan keberhasilan penanganan banjir di Benua Etam.

“Tinggal nanti bagaimana peran dari masing-masing Pemda. Kalau kolaborasinya baik dan selaras, pasti banjir akan teratasi,” tandasnya (ADVERTORIAL/NK)