Isran : Bankue Diarahkan Untuk Perbaikan Kerusakan Jalan

Bupati PPU, AGM  dan Bupati Kubar , FX Yapan mengapit Gubernur Kaltim, Isran Noor sembari menujukan naskah kesepakatan pembangunan jalan penghubung antara PPU – Kubar

PENAJAM (NK) – Bantuan Keuangan (Bankue) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) lebih diarahkan untuk melakukan perbaikan kerusakan jalan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat banyak. Hal ini ditegaskan, Gubernur Kaltim, Isran Noor kepada awak media usai mengikuti upacara hari jadi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ke 17 tahun 2019, Senin (11/03/2019).

Bankue kita lebih banyak, berapa ratus lipat dibandingkan tahun – tahun sebelumnya. Dan kita arahkan untuk perbaikan jalan yang rusak dan lokasinya dimana kita serahkan ke daerah,”katanya.

Ia menegaskan, perbaikan jalan provinsi yang berada di wilayah Kecamatan Sepaku menuju Silkar Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU memang telah dikoordinasikan dengan Pemkab PPU termasuk kabupaten/ kota lainnya semua jalan yang rusak milik provinsi yang menyentuh kepentingan masyarakat banyak.

“Bukan hanya di Sepaku, jalan yang rusak seperti jalan di Desa Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar),”ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, untuk jalan dari PPU kearah Kubar daerah Bongan sudah ada kesepakatan antara Bupati Kutai Barat FX Yapan dengan Bupati PPU ketika itu dijabat, Yusran Aspar dan tahun ini kembali dilanjutkan dengan Bupati Abdul Gafur Mas’ud (AGM). Bahkan kata Bupati Kubar sudah mulai dibangun dananya dari Bankue sebesar Rp35 miliar walaupun tidak seberapa jauhnya tapi lumayan.

Sementara itu, jelasnya, untuk PPU sendiri Bankeu telah diberikan dan diarahkan untuk perbaikan jalan yang benar – benar rusak dan menyentuh langsung untuk kepentingan masyarakat banyak.

“Bankue kita besar diberikan kepada kabupaten/ kota, karena kita tidak melanjutkan pembangunan tol dan proyek – proyek besar seperti bandaran juga tidak jadi lagi,”katanya.

Sementara itu, terangnya, untuk rencana pembangunan jembatan tol teluk Balikpapan tetap dilanjutkan dan diserahkan ke pemerintah pusat.

“Kita hanya pembebasan lahan saja dan tahun ini mulai dilakukan, untuk penandatangan penetapan lokasi saya lupa apa sudah belum di tandatangani. Kalau jembatan pulau Balang tetap dilaksanakan,”tukas Gubernur.

 

AGM : Jalan PPU – Kubar Bawa Dampak Positif  

Bupati PPU, AGM mengatakan, untuk rencana pembangunan jalan tembus menuju ke Kubar, pihaknya masih menunggu Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dari Provinsi, karena wilayah PPU masuk dalam areal HGU perusahaan tetapi jalan itu memang perlu diprioritaskan.

“Kalau di Kubar wilayah jalannya tidak masuk dalam areal HGU milik perusahaan sehingga mudah, tetapi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah memberi izin kepada Pemkab PPU, kini tinggal AMDAL saja karena tidak mau menabrak aturan dalam membangun,”ujarnya.

Ia menuturkan, rencananya tahun depan melalui APBD PPU akan dianggarkan untuk pembangunan jalan menuju Kubar tersebut.

Insya Allah tahun depan sudah dianggarkan, kita baru saja melaksanakan penandatangan MoU atau kerjasama dengan Bupati Kubar, sebenarnya sebelumnya pernah dilakukan oleh pak Yusran ketika itu, tetapi sampai sekarang belum jalan, sehingga kini kita pelototin lagi karena dampaknya positif antara Kubar dan PPU bahkan Kaltim dibidang ekonomi,”ujar AGM.

Menurutnya, apabila masyarakat mau pergi ke Kubar dari Balikpapan atau PPU menghabiskan waktu delapan hingga 11 jam, tetapi jika jalan sudah terkoneksi dari Sotek PPU langsung ke Bongan Kubar hanya butuh waktu sekitar dua jam saja. Harapannya pelabuhan laut berada di PPU membantu pasokan barang dari luar Kaltim.

Yapan : Kami Sangat Membutuhkan Jalan Itu

Terpisah Bupat Kubar, FX Yapan menuturkan, tentu Pemkab Kubar menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya karena akan membuka terisolasinya Kubar dengan jalan lintas sektoral ini.

Kami sangat membutuhkan jalan ini, jadi  bukan kepentingan. Karena jalur ekonomi yang paling dekat ke Kubar adalah lewat jalan di Kecamatan Bongan Kubar menuju  Sotek PPU. Kalau kita melalui jalan provinsi bedanya sekitar 80 kilometer,”katanya.

Maka  oleh sebab itu, lanjutnya,  dengan adanya  kesepakatan ini akan memberi motivasi dan inovasi supaya pembangunan jalan itu harus terlaksana, agar masyarakat Kubar, Kabupaten Mahulu juga PPU dapat lebih terbuka.

“Saya yakin dengan terbuka ini jalan ini maka, masyarakat Kubar merasa hari esok lebih baik daripada hari ini. Dimana tahun 2019 ini Kubar telah mendapatkan anggaran sekitar Rp30 miliar untuk melakukan pembangunan jalan di daerah Bongan.

Ia berharap, kelak Pemkab PPU membangun jalan hingga batas Kubar dan pihaknya juga membangun hingga batas PPU yang jaraknya mencapai sekitar 60 kilometer, jadi jalan bisa terkoneksi.

“Nantinya jalan itu melintasi lima desa di Kecamatan Bongan antara lain, Tanjung Soke dan Gerunggung. Pelaksanaan pembangunan kita laksanakan secara bertahap, karena anggaran kita terbatas, mudah – mudahan dapat bantuan dari pusat maupun provinsi sehingga bisa sekaligus dibangun,”harapnya.

Tahun ini, bebernya,  anggaran Rp30 miliar itu sampai dimana bisa melaksanakan pembangunan jalan berupa rigid beton bertulang dengan lebar 5 meter.

“Kita berharap jika sudah terkoneksi jalan antar kampung bisa terhubung, listrik juga terkoneksi sebab jaringan PLN belum masuk ke daerah itu. Nanti ditahun 2021 masa jabatan selesai pembangunan mungkin sudah mencapai 60 – 70 persen. Tolong dukuan dan doannya,”pungkas Yapan.(nav/nk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.