Isran Sampaikan Perkembangan Covid-19 Kaltim Ke Pimpinan BNPB

BALIKPAPAN (NK) – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), H Isran Noor melaporkan situasi perkembangan kasus Covid-19 di wilayah Provinsi Kaltim dalam rapat koordinasi dengan Pimpinan tertinggi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo.

Kegiatan yang dilaksanakan di  di Ballroom Hotel Novotel Senin (09/11/2020) di Balikpapan tersebut merupakan rangkaan kunjungan Letjen TNI Doni Monardo dalam Rangka Agenda laporan rapat kerja dan koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19 di Kaltim, yang berlangsung selama dua hari, Minggu hingga Senin (9/11/2020), dihadiri Gubernur Kaltim, H. Isran Noor, Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Heri Wiranto, Kaskogabwilhan II, Mayjen TNI Joko Warsito. Dalam Rapat tersebut tidak hanya mendengar laporan penanganan Covid-19 di Kaltim saja, namun juga laporan di beberapa Provinsi lain di Indonesia utamanya yang sempat menginjak zona merah.

Jalannya Rakor penanganan Covid-19 Kaltim

Pada kesempatan itu, gubernur melaporan progress penanganan Covid-19 Kaltim dan menyatakan dalam menangani Covid-19 di Kaltim, pihaknya bekerjasama dengan banyak pihak.

“Sudah jadi tugas bersama terus menekan penyebaran virus Covid-19 ini. Kerjasama kami semua, termasuk TNI dan Polri,” tegasnya.

Diakuinya, perkembangan kasus pasien terkonfitmasi Covid-19 masih mengalami kenaikan, tetapi kini angka pasien meninggal alami penurunan dan sebaliknya perkembangan kasus sembuh secara bertahap merangkak naik.

Ia menambahkan, dalam menangani Covid-19 di Kaltim, pihaknya selalu mengacu pada kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat melalui Peraturan Presiden (Perpres) yang ditindak lanjuti melalui Peraturan Gubernur (Pergub).

“Makanya kami sangat memerlukan sinergitas antarlembaga. TNI dan Polri selama ini bergerak membantu kami menjaga keamanan, dan turut memastikan penerapan Prokes (Protokol Kesehatan) berjalan sebagaimana mestinya,” kata Isran.

Pada kesempatan sama Pangdam mengatakan, beberapa waktu lalu diawal Covid sampai bulan Agustus yang menonjol adalah Kalimantan Selatan (Kalsel), tetapi di awal Agustus Kaltim juga meningkat, oleh karenanya sesuai dengan arahan dari pusat bahwa pihaknya segera mengambil langkah-langkah untuk menangani Covid 19 ini.

“Langkah yang kami ambil yaitu mendorong perilaku masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan, ini yang selalu kita lakukan, kedua yaitu menurunkan penambahan angka kasus Covid-19 yang selama ini ada sedikit peningkatan. Dan ketiga yaitu bagaimana kita meningkatkan recovery rate khususnya untuk masyarakat atau orang yang sudah terkena Covid 19,” ujar Pangdam.

Ia menjelaskan, menurunkan angka mortality rate dengan melaksanakan treatment sejak awal bagi para penderita Covid-19 supaya bisa segera sehat terutama yang mempunyai penyakit bawaan. Kesemuaan upaya-upaya ini harus dilaksanakan secara maksimal untuk dapat menurunkan perkembangan virus Covid-19.

Pangdam menambahkan, berkaitan dengan perkembangan mulai 25 Oktober hingga 7 November 2020 kemarin, angka kasus Covid-19  memang ada sedikit penambahan pada kasus pasien positif namun jika dibandingkan dengan angka kesembuhan selalu lebih besar, Menurutnya kondisi tersebut adalah suatu peningkatan sangat luar biasa.

Sementara itu Doni Monardo menyampaikan ada delapan target Satgas penanganan Covid-19, yaitu melindungi yang rentan, tekan kasus, peningkatan testing tracking treatment, vaksinasi, reagen PCR APD, sosialisasi masif, perubahan perilaku, dan interoperabilitas data.

”Covid-19 ini belum tahu kapan berlalu, saya mengajak masyarakat agar peduli bahwa virus itu nyata dan berbahaya, sehingga masyarakat bisa menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.(*/rif)