Otorita IKN Terima 20 Lulusan Peserta Pelatihan Tenaga Pengamanan
PENAJAM (NK) – Sebanyak 20 orang alumni peserta pelatihan tenaga pengamanan Garda Pratama diterima oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui Direktorat Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat, akhirnya dinyatakan lulus semua setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan dengan pola tailor made training sejak 29 April hingga 5 Mei 2026 di Guest House Nur Aziziah, Balikpapan.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Otorita IKN ini, yang diikuti oleh 20 peserta merupakan warga dari wilayah delineasi IKN, yakni Kecamatan Sepaku, Muara Jawa, Samboja, dan Samboja Barat, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal.
Direktur Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Conrita Ermanto, Rabu (6/5/2026) disela-sela menerima peserta pelatihan mengatakan, pelatihan yang dilaksanakan oleh Otoritak IKN melalui Direktorat Pemberdayaan Masyarakat ini dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) dan Dit. Binmas Polda Kaltim telah berakhir pada Selasa 5 Mei 2026 kemarin.
“Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BUJP atas dukungan pelaksanaan pelatihan, serta ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dan akan memperoleh sertifikat serta Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai Garda Pratama,” ujarnya.
Ia menekankan, pentingnya mempertahankan hasil pelatihan yang meliputi fisik yang prima, mental yang baik, dan pemikiran yang cerdas, serta menjunjung tinggi nilai integritas, loyalitas, dan solidaritas dalam pelaksanaan tugas
“Selain itu pentingnya bagi setiap peserta yang lulus juga untuk melakukan komunikasi yang efektif, serta pembinaan kemampuan bahasa Inggris. Guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada tamu serta meminimalisir kesalahan dalam komunikasi,” tegasnya.
Terkait dengan proses penyaluran tenaga kerja, lanjutnya, saat ini pihaknya sedang mengupayakan secara optimal, termasuk melalui jalur hierarki internal, dengan harapan peserta dapat terserap bekerja di lingkungan Otorita Nusantara.
“Sekarang juga telah dibentuk grup WhatsApp alumni peserta pelatihan, nah itu dapat dijadikan sebagai media penyampaian informasi peluang kerja. Harapannya, peserta dapat secara aktif memantau dan menindaklanjuti informasi yang disampaikan di grup itu,” pintanya.
Pada kesempatan itu, Conrita mengimbau, seluruh peserta untuk senantiasa menjaga kebugaran, melakukan penguatan kembali materi pelatihan, serta mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama masa transisi.
“Penampilan dan disiplin kerja menjadi perhatian utama, meliputi penggunaan seragam yang rapi dan sesuai standar, kelengkapan atribut termasuk papan nama, penggunaan sepatu sesuai ketentuan, serta kesesuaian ukuran pakaian,” sebutnya.
Terkait dengan proses administrasi dan dokumentasi peserta, termasuk penerbitan KTA, terangya, saat ini sedang berjalan dengan estimasi waktu penyelesaian selama 1–2 minggu, serta didukung dengan komunikasi intensif antara peserta dan pengelola.
“Saya juga minta alumni peserta pelatihan yang ditunjuk sebagai penanggung Jawab, untuk melakukan pengawasan secara konsisten serta memberikan pembinaan dan peneguran terhadap anggota, yang tidak memenuhi standar penampilan dan kedisiplinan,” pungkasnya.(nk)

