Ketemu Ikke di Platinum

Catatan Rizal Effendi

RESEPSI pernikahan mengundang artis lawas Ibu Kota makin marak di Balikpapan. Setidaknya sudah dua kali saya menyaksikan. Tentu saja acara jadi meriah, terutama bagi undangan berusia kepala empat ke atas. Maklum mereka artis tahun 1990 dan 2000-an awal. Tapi ada juga generasi milenial yang ngefans.

Ketika resepsi pernikahan Ahmad Jaka Priadi dengan Riska Maulia di BSCC Dome Balikpapan, Sabtu (12/11) lalu, H Karmin Laonggeng, ayah mempelai pria mengundang Inka Cristie dan Evie Tamala. Yang satu genrenya rock dan yang satu lagi jagonya pelantun lagu dangdut.

Hebat juga H Karmin bisa menghadirkan penyanyi dua aliran, yang bedanya antara bumi dan langit. H Karmin adalah pengusaha yang juga ketua Partai Berkarya Kaltim. Dia juga aktif sebagai ketua Dewan Kesenian Balikpapan (DKB).
Siapa yang tak kenal dengan Inka pada zamannya, penyanyi yang punya suara melengking. Lagu hitnya berjudul “Cinta Kita” dan “Jangan Pisahkan,” yang dia nyanyikan bersama penyanyi Malaysia, Amy Search. Saya suka. Tapi kalau yang menyanyikan saya, gunung saja bergemuruh. Apalagi lautan.

Inka penyanyi rock asal Bandung, satu angkatan dengan almarhumah Nike Ardilla, Nicky Astria, Mel Shandy, dan Poppy Mercury. Yang menarik, penampilannya sekarang berjilbab meski tetap ngerock. Tanggal 20 Januari 2023 nanti, penyanyi yang punya nama asli Rinni Chries Hartono itu, usianya tepat 48 tahun.

Sedang Evie Tamala, siapa pun ingat betul dengan lagu dangdutnya yang sangat terkenal, “Selamat Malam.” Dengan suara Evie yang mendayu-dayu, lagu yang populer tahun 1995 itu, memang sangat merasuki penggemar dangdut. Lagu itu ditulis Evie sendiri. Dia memang penggubah lagu dangdut yang hebat.
Sekarang dia sudah berusia 53 tahun. Penampilannya sangat matang. Juga berjilbab. Penyanyi asal Tasikmalaya ini satu angkatan dengan Iis Dahlia, Rita Sugiarto, Camelia Malik, dan Iyeth Bustami. “Alhamdullilah, penyanyi angkatan saya itu hampir semuanya masih sehat-sehat,” katanya.

Sementara itu, Sabtu (24/12) kemarin di Hotel Platinum tampil juga penyanyi dangdut angkatan Evie, yaitu Ikke Nurjanah. Penyanyi mungil berusia 48 tahun asal Jakarta ini, memeriahkan resepsi pernikahan Rani dan Ramadhan. Kelihatan awet muda dan tetap cantik.
Orangtua Rani, H Muhammad Said, pengusaha dan tokoh politik, yang tinggal di Jakarta. Dia pernah bergerak di bidang perminyakan, travel umrah dan haji sampai alutsista. Tapi dia asli orang Karang Bugis dan alumnus SMPN 1 Balikpapan. Kabarnya dia pernah menjadi calon DPR RI tahun 2019 dapil Kaltim.

Relasinya luar biasa dari para jenderal TNI dan Polri. Saya melihat sederet karangan bunga ucapan selamat berbahagia datang mulai dari jenderal bintang satu sampai bintang tiga. Ada juga dari Wagub Hadi Mulyadi.

Acara pernikahan Rani dan Ramadan pada Sabtu pagi dipimpin Kepala KUA Balikpapan Utara. Bertindak sebagai saksi Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo dan Ustaz Salim Afilah. Berlangsung lancar dan khidmat. Kebetulan menantu saya, Shindy, yang menjadi perias pengantin wanitanya.
Selain Ikke, tampil juga penyanyi Cakra Khan dan band Kahitna. Cakra Khan masih berusia 30 tahun. Penyanyi bersuara serak asal Jawa Barat ini mulai populer setelah menyanyikan lagu “Harus Terpisah,” yang dirilis tahun 2012. Saya jadi teringat aktor India kesukaan saya, Shahrukh Khan, yang membawakan Kuch Kuch Hota Hai di filmnya.

Kahitna juga grup musik lawas asal Bandung. Dibentuk tahun 1986 dengan kepala sukunya, pemusik andal Yovie Widianto. Beberapa mantan anggota vokalisnya yang terkenal di antaranya Ronni Waluya, Trie Utami, Netta KD, Rita Effendy, dan Ruth Sahanaya. Selanjutnya Kahitna diperkuat Hedi Yunus. Lagu-lagunya yang sangat populer di antaranya Cantik, Cerita Cinta, Soulmate, dan lainnya.

DIDAULAT IKKE

Saya sudah senang bisa menikmati dangdutnya Ikke Nurjanah sambil menyantap kambing guling bersama direksi Perusda Salman Farisi dan Eka. Tak lama datang Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, yang memang penggemar berat dangdut. Kalau nggak salah dia Pembina Forsa, Fans of Rhoma Irama dan Soneta Group. Waktu saya kampanye Pilkada tahun 2016, H Rhoma sempat didatangkan memeriahkan kampanye di Lapangan Merdeka.

Saya jadi terseret-seret ikut manggung bersama Ikke dan Wali Kota. Dua MC kondang Dani dan Ririz ikut memanasi. Jadilah saya ikut berdangdut ria. “Wah saya beruntung, bisa didampingi dua wali kota,” kata Ikke, yang terkenal dengan lagu “Terlena.”

Ikke sempat ngajak saya nyanyi lagu Pergilah Kasih dari Chrisye. Lalu dia duet dengan Wali Kota. Lagunya sudah pasti dari Rhoma Irama berjudul Dawai Asmara. Amat padu, sampai ada seorang ibu berbusana hitam nekat naik ke atas panggung. Saya suruh dia goyang dengan Wali Kota. Saya cukup main kecek-kecek atau tamborin saja.

Suer saya tak bisa menyanyi dangdut. Sering dipaksa Pak Kasmadi, ketua RT yang suka jadi MC. Bingung dengan cengkoknya. Pak Kas juga pintar menyanyikan lagu Malaysia. Saya bilang judulnya “tayamum.” Itu lagunya Iklim: “Suci Dalam Debu.”

Saya cuma bisa beberapa lagu pop. Sekali-kali saya nyanyi lagunya Ifan Seventeen “Jaga Selalu Hatimu,” atau lagu Anji “Menunggu Kamu.” Saya juga suka lagu Chrisye “Andai Aku Bisa,” yang dinyanyi ulang oleh Tulus. Tapi saya takut membawakannya kalau ngga sampai suaranya di-reff.

Semua orang termasuk saya mengagumi Ikke Nurjanah, yang bernyanyi terkenal sopan. Tak pernah pakai baju seronok dan goyang macam-macam. Tapi dia bisa membuktikan tanpa “gergaji” bisa banyak meraih penghargaan. Di antaranya AMI Award untuk kategori penyanyi dangdut wanita terbaik berturut-turut tahun 1977, 1998, dan 1999. Bahkan pada tahun 2005, ia berhasil membawa pulang Piala Suling Emas dalam “Anugerah Dangdut TPI” untuk kategori penyanyi wanita tersohor mengalahkan Elvy Sukaesih dan Inul Daratista.

Menutup akhir tahun 2022, saya masih banyak menerima undangan mulai akikah anak, khitanan, resepsi perkawinan sampai menjadi saksi nikah. Hampir saja saya lupa kalau dua cucu saya, Jena (3) dan Defa (9) juga berulang tahun. Dirayakan sederhana sambil bawa sedekah ke panti asuhan.

Sabtu (10/12), dua pekan lalu, saya dan Wali Kota Rahmad Mas’ud menjadi saksi pernikahan Andi Arajan, putra pengusaha Andi Ahmad Mallolongan dengan Safira, putri mantan anggota DPRD Wahyu Hartono. Sudah beberapa waktu lalu Wahyu meminta kesediaan saya.
Saya senang saja. Apalagi sudah purnatugas. Tidak dikejar waktu. Sekalian jadi strategi sosialisasi saya kalau nanti 2024 jadi calon anggota DPR RI. Ibarat pepatah, sekali nyelam sambil minum, eh kampanye. Mumpung yang ini belum termasuk yang disemprit Bawaslu.(*)