Otorita IKN Kembali Latih Warga Lokal Jadi Security
PENAJAM (NK) – Setelah pada tahun 2024 kemarin sebanyak 160 orang warga lokal di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dilatih menjadi security dengan sertifikasi Gada Pratama, kali ini Otorita IKN kembali menggelar pelatihan serupa, kini giliran 45 warga lokal dilatih menjadi security Gada Pratama guna disiapkan untuk bekerja di IKN.
Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, Rabu (29/10/2025) usai melepas peserta pelatihan tersebut mengatakan, warga lokal yang sebagian besar berdomisili di Kecamatan Sepaku tersebut, akan dilatih menjadi security atau Satuan Pengamanan (Satpam) selama dua minggu kedepan di asrama haji kota Balikpapan.
Dan pelatihan ini, jelasnya sebagai salah satu bentuk upayanya dalam penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat lokal dalam menghadapi pembangunan IKN yang kian maju. “Kegiatan serupa sudah pernah kami lakukan bekerjsama dengan Polda Kaltim dan Badan Usaha Jasa Pengaman (BUJP) dengan total peserta latihan mencapai 160 orang, dan kini kembali kami gelar dengan peserta berjumlah lebih kurang 45. Semua kegiatan itu melibatkan putra-putri lokal,” tegas Alimuddin.
Ia menerangkan, warga lokal itu, disiapkan untuk menjadi tenaga security. Dimana saat ini diketahui bahwa ekosistem perkotaan sudah mulai hidup di IKN. Pihaknya tidak sekedar melatih, menyiapkan mereka dari aspek sertifikasi dan lain-lain, tapi pihaknya juga melakukan koordinasi yang intensif dengan para penyedia jasa yang sedang melaksanakan proyek pembangunan di IKN.
“Artinya, pekerjaan-pekerjaan yang memang masih mampu dilaksanakan oleh orang-orang lokal di sekitar IKN, itu sebaiknya diberikan kepada mereka dengan catatan, dipersiapkan skill-nya, persiapkan kemampuannya,” sebutnya.
Kegiatan ini akan terus berlanjut, karena pihaknya sudah koordinasi dengan para penyedia jasa serta telah berkomitmen untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi warga lokal. Tapi bukan berarti Otorita IKN menolak masyarakat luar, sehingga ia mengajak bersama-sama, namun karena disini ada warga lokal yang paling dekat maka mereka dulu yang disiapkan.
“Namun kita harus mengikuti standar-standar yang sudah ditetapkan. Jadi nggak bisa juga karena orang lokal harus diterima, maka itu, kami harus siapkan sumber daya manusia masyarakat lokal IKN,” tegasnya.

Untuk diketahui, ungkap Alimuddin, pelatihan peningkatan kapasitas SDM masyarakat IKN sudah banyak dilakukan pihaknya dengan berbagai macam jenis pelatihannya. Baik yang berupa kemampuan-kemampuan atau skills tertentu, termasuk mempersiapkan masyarakat pada sektor kuliner dan lain-lain.
Pada intinya adanya IKN ini adalah momentum, dan kini bagaimana warga lokal memanfaatkan waktu dan kesempatan itu, untuk siap menjadi pemain di IKN. Kuncinya satu, berlatih, belajar dan siapkan diri. Sehingga pihaknya tidak ingin mendengar ada bahasa orang lokal hanya jadi penonton saja.
“Saya selalu bilang, yang jadi penonton itu adalah orang yang tidak pernah menyiapkan diri untuk menjadi pemain. Saya selalu sampaikan itu kepada masyarakat dan anak-anak muda di IKN.
Disebutkannya, terkait dengan 160 orang alumni pelatihan Security Gada Pratama tahun 2024 yang dilatih oleh IKN, saat ini sebagian besar sudah bekerja. Otorita IKN sebenarnya menyiapkan SDM itu tidak harus juga bekerja di IKN. Namun disiapkan untuk bekerja di mana saja.
Alimuddin membeberkan, sebagai informasi hingga hari ini ada sekitar 60 persen lebih warga lokal yang bekerja di IKN, kedepan jumlah itu barangkali akan bertambah sekitar 10 ribu bahkan mungkin lebih. Kalau dilihat tahun lalu sampai 28 ribu tenaga kerja, maka sekali lagi ia ingatkan agar masyarakat lokal menyiapkan diri dan rajin-rajin mencari informasi.
“Karena kita tahu pembangunan gedung legislatif akan segera dilaksanakan. Artinya akan banyak dibutuhkan tenaga kerja,” ucapnya.
Belum lagi penyedia jasa kaitannya dengan perkantoran, yang juga membutuhkan tenaga seperti housekeeping dan banyak lagi. Pihaknya juga menuntut pada para penyedia jasa menerima tenaga kerja bersertifikasi. Sehingga hasil pekerjaan mereka lebih baik apalagi di IKN semuanya harus penuhi standar.
“Tugas kami adalah menyiapkan warga untuk meningkatkan taraf hidup atau kesejahteraan masyarakat. Setelah itu target kita kedepan kehadiran IKN bisa menumbuhkan tingkat kebahagiaan hidup warga IKN menjadi lebih baik,” terang Alimuddin.
Seorang peserta Andi mengaku senang karena Otorita IKN telah memberi kesempatan untuk mengikuti Gada Pratama tersebut, sebab secara tidak langsung dirinya mendapat peluang besar diterima bekerja di IKN.
“Saya senang dan ucapkan terimakasih kepada Otorita IKN, karena kelak saya telah memiliki sertifikasi Gada Pratama yang menjadi point positif ketika saya melamar bekerja di IKN nanti usai pelatihan,” pungkasnya. (nk1)

