Langkah Awal Pelayanan Air Bersih Bupati PPU Resmikan IPA Babulu

PENAJAM (NK) – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Hamdam meresmikan instalasi pengolahan air (IPA) Babulu Perumda Air Minum (PAM) Danum Taka di Babulu, Selasa (27/12/2022). Fasilitas layanan air bersih berkapasitas 10 liter per detik ini merupakan langkah awal pelayanan kebutuhan dasar bagi masyarakat di Kecamatan Babulu.

Hamdam berharap pelayanan ini dapat terus berjalan dengan baik kedepannya. Tidak hanya itu, dirinya juga memastikan pemenuhuan kebutuhan air bersih bagi masyarakat khususnya di Babulu ni bisa kita penuhi secara bertahap.

“Saya mengucapkan juga terima kasih kepada Dinas PUPR yang telah menyelesaikan kegiatan ini dengan baik, kepada kepala BWS IV yang sudah mau bekerjasama,” ujarnya.

Bupati PPU Hamdam mendapat penjelasan IPA Babulu usai meresmikannya

Untuk kedepannya, ia memastikan kebutuhan anggaran sekira Rp 25 miliar untuk menambah 2.000 sambungan rumah bisa direalisasikan. Namun begitu, ia juga berharap semua pihak dapat mendukung upaya ini.

“Saya menaruh harapan kepada kita semua, mari kita jaga ini barang karena luar biasa lamanya kita menunggu ini kalau kita tidak sama-sama menjaganya. Ya tentu menyulitkan bagi kita nanti untuk memulai membangun lagi kalau ini tidak kita jaga sama-sama,” ungkap Hamdam.

Perlu diketahui, kegiatan pembangunan IPA Babulu ini dilaksanakan mulai 2020 silam. Memakan waktu lebih 2 tahun dan memakan anggaran sekira Rp 12 miliar untuk dapat merampungkannya.

Direktur PAM Danum Taka Abdul Rasyid menjelaskan IPA dengan kapasitas 10 liter per detik ini mampu mengaliri SR sejumlah 1.100 sambungan rumah (SR). Hanya saja karena kemampuan dan keterbatasan keuangan, tahap pertama ini baru mengaliri sekira 484 SR, dengan rincian 200 rumah untuk Babulu Darat 284 untuk Babulu Laut sisi darat.

“Sehingga kita masih punya loss capacity kurang lebih sekitar 600 sampai 700 sambungan rumah. Harapan kita nanti mudah-mudahan ada kebijakan dari Plt Bupati beserta anggota DPRD mewakili Komisi 3, kedepannya ini akan menambah jumlah sambungan rumah di kecamatan Babulu,” ujarnya.

Selain itu, mengenai mekanisme aliran air ke rumah masyarakat seperti yang kita ketahui bersama bahwa air baku yang dipergunakan ini adalah air Bendungan Babulu yang pengelolaannya dilakukan oleh BWS IV Kaltim. Adapun peruntukannya terbagi untuk dua yang pertama untuk air baku masyarakat dan sebagian juga digunakan untuk petani.

“Sehingga untuk saat ini pendistribusian air untuk menerapkan sistem bergilir,” tutupnya. (nk1/ADV)