Longsor, 20 Rumah Warga Desa Telemow Ambruk

Bupati PPU, H Yusran Aspar saat memimpin rapat bencana longsor di Desa Telemow Sepaku, meminta agar segera dilakukan penanganan  

Yusran Aspar Minta Penanganan Cepat Dilakukan

PENAJAM (NK) –  Dini hari tadi, bencana tanah longsor terjadi di Desa Telemow Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara Bupati Penajam Paser Utara (PPU). Dalam musibah ini  diperkirakan sebanyak 20 unit rumah warga di RT 06 dan RT 07 Desa Telemow ambruk karena bencana longsor, Rabu, (11/4) sekira pukul 04.00 Wita.

Memperoleh laporan ini, Bupati PPU Yusran Aspar bersama jajaran terkait dilingkungan Pemkab PPU langsung menggelar pertemuan dalam rangka penanganan bencana tersebut. Dalam kesempatan itu Bupati juga menetapkan tanggap darurat selama 14 hari di Desa Telemow, Kecamatan Sepaku yang terkena longsor. Pertemuan ini juga diikuti oleh Sekkab PPU, Tohar, Kepala BPBD PPU, Andi Darul dan sejumlah pejabat terkait.

Disebutkan bahwa dalam status tanggap darurat yang ditetapkan oleh Bupati PPU, bahwa akan dilakukan langkah-langkah seperti penyediaan bahan pokok untuk pemenuhan kebutuhan pokok para korban bencana. Untuk bantuan ini,  Dinas Sosial akan menyiapkan 200 ton beras dari stok beras di Bulog.

Bupati Yusran Aspar mengatakan, untuk tanggap darurat ini akan dilakukan langkah-langkah untuk membantu para korban bencana mulai penangan kesehatan, bantuan makanan hingga penangan pengungsian bagi para korban bencana.

Kita upayakan relokasi bagi korban bencana ini harus segera dilakukan. Kalau mereka mau kami siapkan di Trunen yang akan dibangunkan rumah-rumah sementara ini, ”  jelasnya.

Dalam pertemuan ini,  Yusran juga meminta agar segera diselesaikan surat keputusan mengenai tanggap darurat agar bisa segera dilakukan penanganan. Dia menegaskan jangan sampai penanganan bencana lamban hanya karena persoalanan surat atau hal lain yang tidak cepat.

“Penanganan bagi korban bencana ini harus segera  mungkin jangan sampai terlambat, kasihan para korban,” kata Yusran Aspar.

Dalam kesempatan itu,  Yusran Aspar juga berterimakasih kepada jajaran BPBD PPU yang telah sigap dalam penanganan bencana di daerah. Ia mengaku bersyukur karena dalam bencana longsor ini tidak menelan korban jiwa karena BPBD sudah tanggap dalam mengungsikan warga yang rumahnya terkena longsor.

“Kami patut berikan apresiasi kepada jajaran BPBD PPU yang telah tanggap terhadap musibah ini dilapangan. Bahkan sebelum kejadian BPBD kita telah mengetahui tanda-tanda akan terjadinya longsor di wilayah itu, sehingga pihaknya telah mengungsikan warga setempat ketempat lain,” jelasnya.

Dijelaskan juga bahwa tanggap darurat ini untuk sementara ditangani Pemkab PPU.  Namun bila nanti masih perlu dilakukan penanganan sanpai 14 hari,  maka akan disampaikan kepada Pemprov Kaltim untuk ditetapkan tanggap darurat provinsi.

“Untuk saat ini,  ia meminta agar pemenuhan kebutuhan untuk warga yang berdampak longsor ini bisa disiapkan termasuk beras dan kebutuhan lainnya,” pungkasnya.

Diakhir pertemuan ini, Yusran Aspar dan jajarannya juga langsung bergegas melakukan peninjauan lapangan tempat terjadinya bencana tanah longsor di Desa Telemow Kecamatan Sepaku dengan menggunakan transportasi laut.(Humas6/ervan/nk).


Data rumah warga korban tanah longsor

I. Lokasi RT 06

Jumlah rumah 13 unit kondisi rusak

Jumlah Kepala keluarga  20 KK

Jumlah jiwa 35 Jiwa

II. Lokasi RT 07

Jumlah rumah 7 unit kondisi rusak

Jumlah Kepala Keluarga 10 KK

Jumlah jiwa  25 Jiwa

III. Total RT 06 dan RT 07       

Jumlah rumah 20 unit

Jumlah Kepala Keluarga 30 KK

Jumlah jiwa 60 Jiwa

Terdapat dua sarana dan prasarana rusak berupa, satu bangunan musholla rusak berat dan satu bangunan sarana pendidikan berupa gedung TK terancam rusak berat,  karena berada pada lokasi pergeseran jika terjadi longsor susulan. (sumber BPBD Kabupaten PPU)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.