Meriahkan Hut RI, 45 Seniman Balikpapan Gelar Seni SemangART 45

Pameran bertajuk SemangART 54  mendapat perhatian antusias dari seorang turis warga negara asing yang berkunjung ke kegiatan seni  Forum Kreatif Usaha Sama – sama di Balikpapan 

BALIKPAPAN (NK) – Sejumlah 45 seniman muda yang tergabung dalam Forum Kreatif Usaha Sama-sama di Balikpapan, Kaltim, kembali menggelar pameran. Kali ini, mengambil momentum perayaan Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia, pameran bertajuk  “SemangART 45”  dihelat, secara sederhana.

Lokasi pameran di sebuah rumah, yang dinamakan Creative Art Space, di Jalan Satu, kawasan Kampung Timur, Balikpapan. Bangunan rumah yang menyatu dengan warung kopi Sahabat (Kopsah) 2.0 ini juga sekaligus sekretariat Fokus Kota Balikpapan. Pameran diselenggarakan dari 17-31 Agustus, setiap jam 10.00-22.00 Wita.

Lebih 100 karya dipamerkan, antara lain lukisan, instalasi, kerajinan (kriya), dan lain-lainnya. Buku-buku karangan penulis di Balikpapan juag turut dipamerkan. Sejumlah koleksi dari Galeri Wessaury seperti uang kertas kuno dan majalah lawas Tempo, juga dipajang. Bagi Fokus Balikpapan yang terbentuk April 2016, ini pameran kelima sejak pertama kali pada November 2017 lalu.

Kami mengakui, ternyata masih ada jarak antara kami dengan masyarakat. Kondisi tersebut sulit terhindarkan sebab kota ini telanjur dikenal sebagai kota industri dan kota jasa. Sementara di sisi lain, sebetulnya banyak seniman,” ujar Abi Ramadan Noor, Ketua Fokus Balikpapan.

Berangkat dari pemikiran itulah, banyak cara mesti dilakukan agar seni mendekati masyarakat, baik mereka yang terbiasa menikmati seni, maupun yang awam. Ini sekaligus juga demi edukasi agar masyarakat tahu bagaimana menikmati karya seni yang dipamerkan.

Bertepatan dengan 17 Agustus, dirasa tepat untuk kembali mengggelar pameran. Hanya bedanya, kali ini di “rumah” sendiri, Creative Art Space, yang sering disebutnya gedung kesenian swasta versi kontrakan. Sebab, bangunan ini memang mengontrak, alias bukan milik sendiri.

Tentang pameran, Abi mengakui tentu banyak kekurangan, bahkan mungkin juga bangunan ini kurang layak menampung karya berharga para seniman. Namun dirinya yakin bahwa ini pameran yang menyamankan seniman.

“Kami merasa di sini lebih nyaman, dan tenang. Karena, salah satunya, kami tidak perlu memikirkan biaya untuk sewa gedung yang tak terjangkau. Durasi pameran juga bisa menyesuaikan. Bangunan ini, adalah sekretariat kami sendiri, enggak perlu bayar sewa gedung, bukan?” kata Abi.

Abi lebih jauh menyampaikan, momentum Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus, cocok untuk menggambarkan semangat para seniman Balikpapan. “Mereka, kami, perlu bekerja lebih keras karena Balikpapan bukan kota seni. Belum dikenal sebagai kota seni, ini tantangan,” kata Abi yang adalah pelukis ini.

Sebagian pihak, menurut dia, mungkin belum melihat banyak geliat seni di Balikpapan. “Bisa jadi, mereka penikmat seni, tapi menunggu seniman muncul dan mengenalnya dalam berbagai acara dan kesempatan. Nah, itulah yang kami lakukan, mendekat ke masyarakat,” katanya.

Cara bergerak yang fresh, dan mandiri di atas kaki sendiri, kata Abi, harus terus dicoba. Dia masih yakin sebetulnya, di Balikpapan, tersedia cukup besar pasar bagi seniman. “Jadi, dari setiap kegiatan, kami pun mesti mematok target lebih tinggi. Target itu adalah penerimaan masyarakat akan seni, yang antara lain kami hadirkan,” ujar Abi Ramadan.

Tak hanya pameran, namun “SemangART 45” diisi juga dengan sejumlah acara, salah satunya oleh Brush Borneo Community. Suko, salah satu anggota dari Brush Borneo Community, merespons pameran ini. “Kita pun membawa nama Balikpapan dalam seni,” kata Suko.

Abi menambahkan, banyak hal yang mungkin belum terlalu diperhatikan masyarakat. “Seni berkembang terus. Airbrush misalnya, kini tidak lagi identik dengan otomotif, karena sudah diaplikasikan dalam banyak produk, seperti kaos,” ujar Abi menjelaskan.

Ia mengajak, masyarakat menengok karya-karya seniman muda di Creative Art Space dalam pameran SemangART 45 ini, selama 17-31 Agustus. “Ini kesempatan menarik. Ada banyak lukisan, karya instalasi, macramé, bumerang, bantal, hingga buku karangan penulis Balikpapan,” pungkas Abi. (nav/nk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.